Suami Istri Tewas Dibantai di Bandung
TEMPO Interaktif, Bandung:
Sepasang suami istri, Ronald Alimudin, 50 tahun,dan Sri Magdalena, 45 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Kompleks Cipta Graha Blok C, kawasan Jalan Gunung Batu, Bandung, Sabtu (30/8). Saat ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah korban tergeletak di dua kamar mandi terpisah.
“Kondisi tubuh istri (Sri) terpisah dari leher dan kedua lengannya,” ucap Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung Komisaris Besar Bambang Suparsono di lokasi kejadian Sabtu malam. Adapun Ronald tewas dengan luka tusukan di perbatasan dada dan leher kiri. “Kami masih mencari barang bukti senjata tajam semacam golok yang digunakan pelaku,” kata Bambang.
Polisi kini tengah memeriksa saksi-saksi. Di antaranya, Satpam kompleks Riadi, 32 tahun, tetangga, Dedi Dweli, 50 tahun, serta satu-satunya putri kandung korban, Retno, 20 tahun. “Semuanya ada delapan saksi yang kita periksa,” kata Bambang
Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan barang yang hilang. “Tapi kami masih melakukan penyelidikan, termasuk tentang motif pelaku apakah juga merampok atau bagaimana,”katanya.
Menurut Imam, 50 tahun, salah satu tetangga, penemuan jenazah berawal ketika Retno yang baru pulang bekerja sekitar jam 18.00, mendapati pintu depan rumahnya terkunci. Merasa curiga, ia kemudian meminta bantuan Dedi dan Riadi untukmembuka paksa pintu dari luar.
Setelah pintu terbuka, Riadi dan Dedi langsung masuk dan memeriksa bagian dalam rumah. Saat itulah, kata Imam, mereka menemukan pasangan tersebut tewas bersimbah darah.
Ronald ditemukan di kamar mandi kamar tidur depan, dan Sri di kamar mandi kamar tidur belakang. Ronald mengenakan kaos dan celana pendek, sedangkan Sri hanya mengenakan celana dalam.
Imam yang belakangan menerima laporan Riadi dan Dedi langsung mengontak polisi. “Sementara Retno saat itu langsung diamankan dulu supaya tidak melihat dulu kondisi orang tuanya,” katanya. Retno dibawa ke rumah Dedi di blok C-3. Hingga polisi datang Retno tinggal di rumah tetangganya itu.
Menurut Imam, rumah korban di blok C-6 sehari-hari dihuni empat orang. Mereka adalah kedua korban dan anaknya serta seorang pembantu bernama Firman. Selain itu masih ada Ida, pembantu rumah yang biasa pulang setelah bekerja dan tidak menginap. “Menurut Satpam sekitar jam 14.00 Firman meninggalkan rumah korban katanya mau pulang kampung dulu,”katanya.
Para tetangga mengenal Sri sebagai karyawan PT Ultrajaya. ”Ibu Sri orangnya ramah dan suka bergaul dengan tetangga,” kata Imam. Sedangkan Ronald lebih sering tinggal di rumah karena menderita lumpuh akibat suatu penyakit.
Untuk menambah penghasilan, keluarga tersebut membuka warung kelontong di rumah mereka. “Retno sudah bekerja tapi saya tidak tahu di mana,”kata Imam.
Kasus pembunuhan ini ditangani Kepolisian Wiulayah Kota Besar Bandung dan Resor Kota Bandung Barat. Saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, sejumlah tetangga dan wartawan tampak meriung di luar gerbang rumah yang dipasangi garis polisi.
Erick P. Hardi | Tempo Newsroom
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Farhat Jadi Tersangka, Ahok Sudah Lupa
- Safari 'Pencitraan' 2014, Gita Wirjawan Menjawab
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York














