Ciri Mayat di Kebun Tebu Mirip Fauzin Suyanto
TEMPO Interaktif, Surabaya: Keluarga Fauzin Suyanto menyatakan ciri fisik mayat di kebun tebu Desa/ Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang mirip dengan pemuda asal Jalan MT Haryono, Ploso, Nganjuk yang hilang sejak 21 September 2007.
Sudarsih, juru bicara keluarga Fauzin mengungkapkan, lelaki 28 tahun itu memiliki ciri kaki kiri ada bekas luka terkena knalpot sepeda motor dan gigi kirinya gingsul.
Ciri-ciri tersebut hampir sama dengan tanda-tanda jenazah di kebun tebu yang semula diyakini sebagai Muhammad Asrori alias Aldo. “Fauzin terkena knalpot saat masih SMP,” kata Sudarsih saat dihubungi Tempo, Minggu (31/8).
Kesamaan lainnya, kata Sudarsih, waktu antara hilangnya Fauzin dan ditemukannya mayat tersebut hanya berselang satu minggu. Polisi menemukan mayat itu pada 29 September 2007 dalam kondisi membusuk dan diduga telah dibunuh sejak seminggu sebelumnya. “Kemarin malam ada polisi yang menelepon kami agar menjelaskan soal ciri-ciri Fauzin,” kata Sudarsih.
Fauzin bukan nama baru bagi polisi. Tiga pekan lalu, Suyati, ibu Fauzin, telah diambil sampel darahnya oleh petugas Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk dicocokan dengan jenazah Mister X.
Selain Suyati, polisi juga mengambil sampel darah keluarga Hendro Liyono, Moh. Afandi dan Tulus, yang juga dilaporkan hilang oleh keluarganya masing-masing. Belakangan polisi memastikan bahwa identitas Mister X sama dengan Asrori alias Aldo.
Kepastian itu menimbulkan masalah baru karena kasus mayat di kebun tebu yang semula diduga Asrori itu telah selesai disidangkan. Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangkanya, yakini Imam Hambali alias Kemat, David Eko Priyanto dan Maman Sugianto alias Sugik. Hakim telah menghukum Kemat dan David dengan 17 dan 12 tahun penjara.
Kukuh S Wibowo














