Polisi Minta Perbaikan Pantura Selesai H-15

TEMPO Interaktif, SUBANG:Kepolisian Resor Subang Jawa Barat meminta Departemen Pekerjaan umum menuntaskan perbaikan jalan di ruas jalan Pantai Utara Sukamandi Subang, setidaknya 15 hari sebelum lebaran. "Soalnya jika tidak, kami bisa keteteran" kata Ajun Komisaris Besar Sugiono, Kepala Polres Subang, saat dihubungi Tempo, Senin (1/9).

Ruas jalan sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar 10 meteran di ruas Sukamandi jalur Jakarta-Cirebon itu sejak pekan lalu mulai dikerok hingga kedalaman 25 sentimeter sampai dasar tanahnya. Rencananya, badan jalan itu akan diganti dengan menggunakan konstruksi beton bertulang agar tahan ambles dan retak-retak.

Sebelum mendapatkan "teguran" dari polisi, pengerjaannya diproyeksikan selesai 10 hari menjelang lebaran. Kalau penyelesaiannya tidak disegerakan, menurut Sugiono, ia akan kelabakan mengatur gelombang arus mudik. Terutama agar mereka nyaman dan aman dari kemacetan dan kecelakaan.

Menurut Sugiono, di lokasi ruas jalan Sukamandi tepatnya di depan Balai Penelitian Ikan Tawar itu, terjadi penyempitan. Sehingga ketika kepadatan arus terjadi seperti hari-hari libur, ruas jalan itu hanya diberlakukan satu arah untuk kendaraan tujuan Jakarta-Cirebon saja. Adapun yang jurusan Cirebon-Jakarta dialihkan mulai dari pertigaan Pamnukan masuk ke Pagaden-Subang-Kalijati-Sadang, Purwakarta.Kalau tidak ada pengalihan jalur dipastikan akan terjadi kemcacetan total.

Jalur Pantura Subang selama ini menjadi jalur utama arus kendaraan mudik lebaran menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kalau saja masih ada ruas jalan yang kondisinya tidak mulus sudah dipastikan akan menggangu kenyamanan dan keselamatan pemudik. "Jalur Pantura merupakan pusat perhatian kami selama pengamanan mudik lebaran," kata Sugiono.

Pemantauan Tempo, di jalur Pantura Subang, mengisyaratkan, ruas-ruas jalan yang masih tampak bergelombang dan retak-retak berada di antara Ciasem-Sukamandi-Patokbeusi. Perbaikan yang dilakukan departemen pekerjaan umum saat ini, hanyalah mengelem retakan-retakan jalan dengan aspal.

Hasilnya tampak tidak memuaskan. Tempelan-tempelan aspal cepat meleleh ditengah terik matahari dan sangat membahayakan bagi yang melaluinya, terutama yang menggunakan sepeda motor. Kecuali itu, di lokasi Sukamandi-Patokbeusi sejauh tiga kilometeran saat ini, sama sekali belum dipasangi median jalan. "Terus terang di lokasi itu sekarang menjadi lokasi paling rawan kecelakaan di Pantura," tutur Sugiono.

NANANG SUTISNA.