kopi jeruk foto: www.meals.com
Ketika Kopi Berasa Jeruk
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bagi eksekutif muda yang bingung mencari tempat rapat sambil bersantai, tak perlu cemas. Silakan mengarahkan langkah menuju wilayah selatan Jakarta, tepatnya di kawasan Wijaya. Di sini, Anda akan menemukan De Lemos, sebuah kafe baru yang memadukan kafe dan arena pertemuan bisnis dengan suasana nyaman seperti berada di rumah.
Arthur Pokolomo, pemilik kafe, mengungkapkan arena pertemuan sekaligus bersantap ini menerapkan prinsip when homy meet cozy. Artinya, tempat yang menyenangkan untuk berbicara bisnis sambil kongko bersama teman, keluarga, atau relasi.
Dalam acara pembukaan kafe awal Agustus lalu, Arthur menjelaskan ia memahami kebutuhan para eksekutif masa kini, yang penuh semangat, berenergi tinggi, serta punya tuntutan serba dinamis. Mereka selalu ingin mencari alternatif tempat baru bukan sekadar untuk rapat atau bekerja. "Yang tidak kalah penting, mereka membutuhkan tempat dengan multifungsi. Artinya, bisa dipakai untuk rapat sekaligus nyaman buat bersantai atau kongko," paparnya.
Nama "De Lemos", selain diambil dari bahasa Makassar, yang berarti "lemon", merupakan penggalan akhir nama marga keluarga. Kemudian kata "lemon" juga sudah dikenal dan bermakna jeruk. Untuk menyesuaikan makna buah tersebut, Arthur mendandani tempatnya itu dengan interior dan mebel yang didominasi warna oranye dan hijau. Warna sofanya pun senada hingga terasa nyaman seperti di rumah.
Untuk melepas rasa lapar, ada beberapa menu andalan unik dengan cita rasa lemon, di antaranya crispy lemon chick rice, yakni ayam panggang dan goreng yang disajikan dengan bumbu berkuah lemon dilengkapi sepiring nasi berbumbu lemon juga. Daging ayamnya yang dibalut rasa jeruk terasa garing. Aromanya tajam, menggelitik tenggorokan.
Kemudian menu the vegetables lemon, the crispy duck lemon, dan fries roll delemos atau kentang goreng digulung yang disajikan dengan mayones bersaus lemon. Menu ikan laut lain pun kental dengan cita rasa lemon. "Ada juga beberapa menu yang umumnya tersedia di tempat lain, seperti steak, spageti, sup jamur, dan jus," kata Arthur.
Soal harga, cukup bervariasi. Untuk minuman mulai Rp 16 ribu, sedangkan makanan dari Rp 12 ribu hingga di atas Rp 100 ribu. "Buat para eksekutif muda, harga bukan kendala. Toh, kami lengkapi dengan fasilitas rapat yang memadai. Tersedia empat ruangan khusus untuk rapat dilengkapi proyektor serta akses Internet gratis."
Satu lagi menu andalan tempat ini adalah the lemon coffee. Menu ini terinspirasi oleh kebiasaan eksekutif muda yang senang menyeruput kopi saat membicarakan bisnis atau kongko bersama. Minuman yang disajikan berupa kopi lokal disiram air panas dengan dibubuhi perasan jeruk lemon sehingga menyemburatkan rasa tidak biasa.
"Umumnya penggila kopi suka sesuatu yang pahit atau manis, tapi kopi dengan rasa sedikit asam hanya ada di sini," kata Udjo, anggota Project Pop, yang mengaku jatuh cinta pada kopi, yang membuat matanya langsung melek meski tengah mengantuk berat.
Udjo mengaku beberapa kali datang ke tempat itu untuk urusan pekerjaan atau bertemu sahabat dan kerabat. "Tempat parkirnya luas, tempatnya asyik, makanan pun oke, harga terjangkau, suasana nyaman seperti berada di rumah. Mungkin sedikit masukan, banyak orang mengira tempat ini sangat eksklusif dan bertarif mahal, karena dari luar dilihatnya sangat menara gading," ujarnya. Nah, beranikah melangkahkan kaki ke tempat ini?
Hadriani P
Web via