Korupsi Kas Situbondo Tujuh Tersangka Ditahan
TEMPO Interaktif , Surabaya: Penyidik gabungan dari Satuan Pidana Korupsi Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Wilayah Besuki menahan tujuh dari sembilan orang tersangka kasus raibnya kas daerah Pemerintah Kabupaten Situbondo sebesar Rp 45,750 miliar, Selasa (2/9).
Kepala Satuan Pidana Korupsi Polda Jatim Ajun Komisaris Besar I Nyoman Komin belum bersedia menyebutkan nama-nama tersangka yang ditahan dengan alasan masih menunggu koordinasi antara Direktorat Reserse Kriminal dan Bidang Hubungan Masyarakat.
Namun menurut sebuah sumber, Kepala Bagian Keuangan I Nengah Suarnata dan Bendahara Umum Pemkab Situbondo Djuliningsih termasuk pejabat yang ditahan. Nyoman beralasan, penahahan itu untuk memaksimalkan penyidikan karena jarak antara Situbondo - Surabaya dianggap terlalu jauh. Selain itu agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti atau melarikan diri "Tidak ada alasan untuk tidak menahan mereka," kata Nyoman.
Sedianya, kata Nyoman, pada hari yang sama penyidik akan memeriksa Bupati Situbondo Ismunarso dalam kaitan kasus yang sama. Namun Ismunarso yang telah ditetapkan sebagai tersangka tidak datang tanpa alasan yang jelas.
Kasus ini berawal dari "hilang" nya uang kas daerah yang disimpan di Bank Nasional Indonesia 46 cabang Situbondo. Pemkab Situbondo pernah menggugat pimpinan bank tersebut dan meminta agar dana kas daerah itu dikembalikan. Namun pihak Bank menolak dengan alasan uang itu telah dialihkan kepada pihak ketiga yakni PT Sentra Artha Utama.
Pada September 2007 lalu Kepolisian Resor Situbondo menetapkan sembilan tersangka atas kasus ini. Mereka adalah Bupati Situbondo Ismunarso, Kepala Bagian Keuangan I Nengah Suarnata, Bendahara Umum Daerah Djuliningsih, mantan Marketing BNI Situbondo Alvia Rahman, dua mantan pimpinan BNI 46 Darwin Siregar dan Hamzar Bastian serta tiga pejabat PT Sentra Artha Utama Nursetiadi Pamungkas, Endar Yuni dan Irwansyah.
Tempo| Kukuh Wibowo/ Ikaningtyas
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Survei: Jerman Negara Terpopuler di Dunia
- Korban Serangan Brutal di London Tentara Baik Hati
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional














