Georgia Menggunakan Bom Curah di Ossetia Selatan

TEMPO Interaktif, Jenewa: Georgia mengaku menggunakan bom curah selama konflik dengan Ossetia Selatan, kata Human Rights Watch hari ini, setelah sebelumnya menuduh Moskow menggunakan senjata yang sama.

Ahli bom lembaga pengawas itu, Bonnie Docherty, mengatakan pada wartawan bahwa mereka telah memiliki bukti kuat bahwa Rusia menggunakan bom curah dan Georgia minggu ini juga telah mengakui pada Human Rights Watch bahwa mereka menggunakannya di beberapa lokasi.

Docherty menambahkan bahwa lembaganya mendapatkan informasi itu dari surat Menteri Pertahanan Georgia, sebagai jawaban atas pernyataan yang dikirim lembaganya.

Baik dijatuhkan dari pesawat atau ditembakkan melalui peralatan berat, bom curah akan meledak di udara, melepaskan bom-bom kecil yang seringkali gagal meledak dan berubah menjadi ranjau.

Konvensi internasional yang melarang bom curah telah diadopsi oleh 111 negara di Irlandia Mei lalu. Rusia dan Georgia tidak ambil bagian dalam konvensi itu.

"Pejabat Georgia telah mengakui menggunakan bom curah tipe M85 di dekat terowongan Roki," kata Docherty.

Terowongan Roki menghubungkan Rusia dan Ossetia Selatan.

Human Rights Watch mengatakan setidaknya 14 warga sipil tewas dan puluhan terluka di setidaknya empat wilayah yang menjadi sasaran bom curah baik dari pasukan Georgia atau Rusia.

AFP/Erwin Z