Harga Minyak Dekati US$ 100  


TEMPO Interaktif, Jakarta:

Harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam lima bulan terakhir, mendekati level US$ 100 per barel. Penurunan ini terjadi setelah perbaikan kembali fasilitas produksi perusahan-perusahan minyak di Teluk Meksiko. Badai Gustav juga dikabarkan hanya menimbulkan sedikit kerusakan infrastruktur energi Amerika Serikat, sehingga ikut menyumbang terjadinya penurunan harga minyak.

Minyak mentah jenis light, sweet untuk kontrak pengiriman Oktober turun US$ 5,75 menjadi US$ 109,71 pada perdagangan di bursa komoditas New York Selasa waktu setempat. Pada awal perdagangan, harga minyak sempat menyentuh US$ 105,46 per barel. Ini merupakan harga yang terendah sejak 4 April 2008. Di London, harga minyak mentah jenis Brent turun US$ 1,07 menjadi US$ 108,34 per barel.

Setelah terjadinya badai Gustav, hampir semua produksi minyak dan gas alam di Teluk Meksiko terhenti. Perusahaan-perusahaan energi mulai meneliti kerusakan pada fasilitas pengeboran. Jika kerusakan pada fasilitas pengeboran tidak parah, proses produksi bisa kembali dilakukan dalam waktu satu sampai dua hari. Sedangkan pengeboran lepas pantai membutuhkan dua sampai empat hari untuk kembali mulai berproduksi. Pada 2005 lalu, badai Katrina dan Rita menghantam infrastruktur pengeboran minyak hingga tidak bisa berproduksi selama beberapa minggu.

"Tidak seperti tiga tahun lalu, tampaknya proses perbaikan akan berlangsung lebih cepat dan kembali berproduksi," kata Jim Ritterbusch, Presiden Konsultan Energi Ritterbusch and Associates di Galena.

Harga gas alam juga turun US$ 68,2 sen atau 8,5 persen menjadi US$ 7,261 per galon. Minyak bakar turun US$ 11,83 sen menjadi US$ 3,0736 per galon. Sedangkan harga bensin turun US$ 12,05 sen menjadi US$ 2,7337 per galon.

AP | Eko Nopiansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X