Topik


Perbaikan Jalur Busway Bukan Prioritas

TEMPO Interaktif, Jakarta: Perbaikan infrastruktur Busway di Jakarta yang telah rusak belum akan dilakukan. Prioritas masih ditujukan pada pembangunan infrastruktur Busway yang belum selesai.

"Yang terpenting, semua infrastruktur terbangun dulu sesuai dengan desain operasional," kata Kepala Sub Dinas Teknik Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Muhammad Akbar, kepada Tempo, Rabu (3/9).

Menurut Akbar, sampai saat ini pihaknya lebih berupaya untuk membangun berbagai infrastruktur busway di berbagai tempat dan belum memiliki rencana untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang sudah rusak. Evaluasi dan penyempurnaan infrastruktur Busway akan dilakukan bersamaan dengan beroperasinya busway.

"Perbaikan infrastruktur akan dilakukan sekaligus saat busway akan beroperasi,"

Namun demikian, Akbar belum tahu kapan rencana pengoperasian busway berikutnya, yakni koridor VIII, IX, dan X. "Mengenai hal itu, Kepala Dinas Perhubungan yang mengetahuinya," kata dia.

Berdasarkan pantauan Tempo di jalur yang akan digunakan untuk jalur koridor VIII, sebagian pembatas jalur yang terbuat dari beton setinggi sekitar sepuluh centimeter di Jalan Arteri Pondok Indah sudah hancur. Beberapa diantaranya menyisakan paku beton yang menonjol di tengah jalan. Hancurnya beton tersebut dikarenakan dilindas oleh berbagai kendaraan yang hendak keluar dari jalur.

Selain pembatas jalur yang rusak, halte busway yang belum terpakai itu juga terlihat kusam. Bahkan beberapa sisi halte tersebut terlihat terdapat coretan.

Mengenai banyaknya kecelakaan yang diduga akibat pembatas jalur busway, Akbar mengakui sudah mengupayakan antisipasinya. "Sebelum pembatas jalur, kami memasang mata kucing yang akan memantulkan cahaya, sehingga pengendara mengetahui keberadaan pembatas busway tersebut," kata dia.

Namun, bila ada laporan terjadinya kerusakan atau pembatas jalur yang menyebabkan kecelakaan, maka pihaknya akan segera melakukan perbaikan.

Eka Utami Aprilia