Kasus Munarman, Dikeroyok atau Dipukul
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengacara terdakwa Komando Laskar Islam Munarman, meragukan isi berita acara pemeriksaan saksi Sugiyono yang diperiksa polisi. "Keterangan itu dengan pengadilan berbeda," kata Muhammad Assegaf, kuasa hukum Munarmam setelah sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, hari ini.
Ia mencontohkan berita acara pemeriksaan yang menyebutkan Sugiyono melihat beberapa anggota Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dikeroyok. Sedangkan di pengadilan tidak tahu siapa yang dipukuli itu.
Sugiyono ketika di persidangan menyebut massa yang mengeroyok adalah berseragam putih. Adapun berita acara dikatakan massa yang mengeroyok adalah Front Pembela Islam. "Kasihan, saksi adalah orang yang jujur," kata Assegaf.
Sugiyono mengatakan, keterangannya yang paling benar adalah keterangan ketika di pengadilan, bukan di berita acara pemeriksaan. "Memang ada beberapa poin yang diketik dan dibacakan pemeriksa, lalu saya benarkan," katanya.
Sugiyono adalah supir truk yang membawa pengeras suara dari kelompok Aliansi. Saat kejadian, truknya ikut dirusak sampai seluruh kacanya hancur, bodi mobil peyot, dan hampir saja dibakar. Saat ini mobil berada di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk barang bukti. "Saya minta hakim mengeluarkan truk saksi, karena menjadi sumber nafkahnya," kata Munarman di akhir sidang.
Sidang ini akan dilanjutkan Senin (7/9). "Agendanya mendengarkan keterangan dari para saksi," kata Ketua Majelis Hakim Panusunan Harahap. Sebanyak 19 pengacara yang mendampingi Munarman seperti Muhammad Assegaf dan Eggi Sudjana, kompak mencecar keterangan saksi.
Munarman disidang karena terlibat aksi kekerasan dan pengeroyokan Aliansi pada 1 Juni lalu di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Saat itu keduanya bentrok karena ketidaksamaan visi tentang Jemaah Ahmadiyah.
Mustafa Silalahi
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kini Senjata Api Rakitan Bisa Dibuat dari Plastik
- Kasus Potong 'Burung' Tak Hanya di Tangerang
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz













