Indonesia Minta Bagi Hasil Virus dari WHO


TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia akan meminta pembagian hasil dari pengiriman virus ke  World Healt Organization (WHO). Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, permintaan Indonesia itu akan disampaikan dalam sidang umum banda kesehatan dunia itu  November medatang.

"Bagi hasil atau benefit sharing yang akan kami minta itu berupa uang, maksudnya yang berupa dana atau bagian dari profit," kata menteri  usai bedah buku karanganya "It’s Time for the World to Change " di Universitas Paramadina Jakarta, kermarin.

Sebenarnya, kata Siti Fadilah, masalah itu telah disampaikan  lama, namun hingga saat ini belum ada keputusan.  "Mereka mengatakan saya menjual virus," ujarnya.  Namun, langkah yang ia tempuh bukan  tak berdasar.  WHO, kata Siti fadilah,  juga mengkomersialisasikan vaksin yang dihasilkan dari virus yang dikirim tersebut. "Orgumentasi ini  mereka agak tak setuju".

Oleh karena itu, pada sidang November mendatang agenda inilah yang akan diusung oleh Indonesia. Sedangkan  isu-isu lain, termasuk Material Trade Agreement (MTA), menurut Siti Fadilah, WHO telah sependapat dengan Indonesia. "MTA sudah bisa," ujarnya.

Dalam sistem yang baru, kata Siti Fadilah, negara pengirim virus akan  punya hak terhadap virus yang dikirimnya. "Indonesia  juga akan tahu virus itu dikemanakan. Kalaupun dibuat vaksin mau berapa banyak jumlahnya," ujarnya. Selain itu WHO juga bersedia membantu pembangunan kemampuan di negara-negara WHO lain.

Titis Setianingtyas

 

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X