Presiden Minta Heru Lelono Jelaskan Soal Super Toy


TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Heru Lelono menjelaskan penyebab gagalnya padi Super Toy HL-2, yang diklaim sebagai varietas unggul. "Presiden sudah bertanya pada mas Heru apa persoalannya," kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, di kantor Presiden, Jumat (5/9).

Presiden meminta penjelasan Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Komisaris di PT Sarana Harapan Indogrup itu melalui telepon pada hari Kamis. "Ditanya bagaimana situasinya, apa yang terjadi," katanya. "Soal hal yang spesifik, tanya pada Heru Lelono."

Heru Lelono bahkan diminta Presiden untuk menjelasan kepada masyarakat soal kegagalan proyek padi seluas 103 hektare ini. Menurut Presiden, penemu dan pihak yang memfasilitasi harus memberikan penjelasan kepada publik apa yang terjadi. Namun Andi mengaku tidak tahu secara detail apakah presiden memarahi atau kecewa dengan Heru. "Yang jelas ditanyakan apa yang terjadi supaya dijelaskan pada masyarakat," katanya.

Pada April lalu, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono ikut turun ke sawah memanen Super Toy HL-2 di Desa Grabag. Klaim tentang hebatnya Super Toy juga dimuat dalam situs Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian. Keunggulan varietas ini, antara lain, padi dapat dipanen tiga kali setahun tanpa perlu menanam ulang bibit. Batang padi sisa panen cukup ditebas dan akan tumbuh kembali.

Meski peluncuran dan panen perdananya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, padi Super Toy HL-2, yang diklaim sebagai varietas unggul, ternyata belum tuntas melalui proses uji sebagaimana mestinya. Kegagalan panen itu membuat petani di Grabag menuntut ganti rugi Rp 22,6 miliar kepada PT Sarana Harapan Indopangan, yang menjadi sponsor penanaman varietas ini.

Ninin Damayanti

 

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Assalamualaikum. Dengan kejadian di Grabag Purworejo saya pribadi prihatin, bukan hanya karena nama SBY yg ikut tecemar juga menunjukkan pejabat kita terlalu ceroboh, serta tanggung jwb yg tidak ada, disaat supertoy jadi bahan kagum dunia pertanian heru lelono cantumkan nama menjadi HL2 namun ketika petani kecewa dan rugi tak satupun yg berani bertanggung jawab. Kasihan petani mereka rugi, jangan2 dlm awal proyek mereka juga melakukan korupsi. Saya sesama petani turut mengecam SHI dan HL dengan sikapnya.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X