Soal Padi Super Toy, Heru Lelono Menolak Bertanggung Jawab

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisaris PT Sarana Harapan Indopangan, Heru Lelono, mengatakan perjanjian antara perusahaannya dengan petani terkait penanaman padi Super Toy HL-2 hanya pada panen pertama.  "Setelah itu tidak ada lagi perjanjian," kata Heru di rumahnya  di Jalan Wijaya 9, Jakarta, Kamis (4/9).

Menurut dia,  setelah perjanjian selesai urusan tanaman padi di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah,  bukan  tanggung jawab PT Sarana Harapan Indopangan. Dalam perjanjian itu, PT Sarana Harapan Indopangan memberikan benih padi dan pupuk sekaligus membeli hasil panen. Pemberian itu dalam bentuk bantuan yang dibayar setelah panen. "Tapi pada panen selanjutnya, bukan tanggung jawab kami," katanya.

Keberhasilan pada panen pertama, kata dia, ditunjang dengan pemberian konsultasi pengelolaan padi Super Toy. Dalam perjanjian perusahaannya  membayar Rp 13 juta per hektare sawah petani. "Setelah itu, ya saya tidak tahu," katanya.

Ratusan warga  yang tergabung dalam  54 kelompok petani marah karena padi yang dipanen ternyata tak berisi alias kopong.  PT Sarana Harapan Indopangan menjanjikan padi yang saat panen raya pertama dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bisa dipanen tiga kali, ternyata panen kedua gagal.  Petani menuntut ganti rugi Rp 22,5 miliar.

Heru menolak tuntutan petani. "Siapa yang dirugikan, saya tidak tahu. Perjanjiannya pada tahap awal saja," katanya. Soal ganti rugi, Heru menambahkan, Direktur Utama PT Sarana Harapan Indopangan  Iswahyudi, akan memberikan penjelasan masalah ganti rugi. "Saat ini direktur utama masih membahas masalah ini dengan Bupati Purworejo," katanya.

Dia, mempertanyakan peran Bupati Purworejo dalam pengelolaan padi. "Bupati juga bertanggung jawab, dia  yang merekomendasikan jenis padi ini kepada petani," katanya.  Ketika ditanya rekomendasi itu atas usulan dirinya, Heru membantah.

upaya itu. Bahkan, kata dia, kedatangan presiden saat panen pertama di Purworejo bukan rekomendasi dirinya. "Masak saya bisa ngatur presiden," katanya.

Heru menuturkan kedatangan presiden itu dalam rangka kunjungan kerja undangan dari Bupati Purworejo. Selain ikut memanen, kata dia, Presiden juga mengunjungi beberapa sekolahan dan mensosialisasikan PNPM.

Eko Ari Wibowo