Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif
TEMPO Interaktif, Jakarta: JAKARTA – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Jeirry Sumampow, menilai rencana simulasi Pemilihan 2009 tak efektif. Pasalnya, simulasi hanya digelar di tiga provinsi. “Seharusnya, simulasi digelar di tiap provinsi,” kata Jeirry di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (5/9).
Menurut Jeirry, simulasi di tiap provinsi lebih bisa mewakili masyarakat secara keseluruhan. Sedangkan simulasi di tiga tempat tak menjamin semua golongan masyarakat bisa terwakili. “Komisi terlalu menyederhanakan persoalan dengan menggelar simulasi hanya di tiga tempat,” katanya.
Komisi, kata Jeirry, seharusnya bisa memberi kepercayaan ke Komisi tingkat provinsi untuk menggelar simulasi. Komisi tingkat provinsi pun lebih mengetahui kondisi masyarakat. “Kalau di Papua yang ikut hanya orang berpendidikan, hasil simulasi tak akan representatif,” katanya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum berencana mengadakan simulasi di tiga lokasi. Anggota Komisi, Andi Nurpati Baharuddin, mengatakan simulasi akan digelar di Papua, Jawa Timur, dan Aceh. ”Rapat pleno memutuskan simulasi bukan di Jambi, tapi di Aceh,” katanya. Rencananya, simulasi digelar pertengahan bulan ini.
Simulasi, kata Andi, berkaitan dengan efektifitas desain surat suara. Efektifitas ini meliputi cara membuka, memberi tanda, dan melipat kembali surat suara. “Simulasi juga menyangkut cara penghitungan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada 500 pemilih,” ujarnya.
Pramono
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- 150 Tahun Pastur Van Lith Dirayakan
- Australia Kembangkan Gas Dari Kotoran Babi
- WHO Antinegosiasi Dengan Industri Tembakau
- Luthfi Hasan Diduga Punya Tanah 2 Hektare di Bogor
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari













