Topik
Infografis
Indonesia Diminta Garap Energi Iran
TEMPO Interaktif, Jakarta: Investor pertambangan Indonesia diminta menggarap potensi energi Iran, negara dengan cadangan minyak mencapai 128 miliar barel, mumpung perusahaan Barat dihambat embargo Amerika Serikat.
"Keinginan pengusaha Indonesia menjajaki bisnis di Iran perlu dipacu secepat mungkin sebelum peluang tersebut hilang diraih pengusaha negara lain," kata Iwan Wiranata Atmadja, Duta Besar untuk Iran, dalam suratnya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral seperti dikutip situs resmi kementrian itu, Minggu (7/9).
Surat yang diterima Kamis (4/9) lalu tersebut berisi mengenai data potensi minyak dan gas di Iran serta peluang bagi Indonesia.
Investor Indonesia, baik milik negara maupun swasta, diminta menangkap peluang bisnis hulu migas di Iran dengan pola buy back yang ditawarkan oleh pemerintah Iran sejak tahun 2001.
Pola ini menggantikan bagi hasil yang sebelumnya dipakai. Hasilnya, selama kurun waktu 2001-2007, Iran tercatat mampu menarik investasi hingga 150 miliar dolar AS.
Iwan menuturkan, saat ini merupakan momen paling pas untuk menggarap potensi energi di Iran. Pasalnya, sejumlah investor dari Amerika dan Eropa, telah menghentikan investasi menyusul embargo yang diberikan Amerika Serikat terhadap Iran.
Kini tinggal investor dari negara seperti Rusia, Cina, Korea Selatan, dan Malaysia, yang rajing menggarap Iran.
Agoeng Wijaya