Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kemampuan petani di Nusa Tenggara Barat untuk berbelanja telah menurun. Hal ini disebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok tidak sebanding dengan harga hasil produk pertanian.

"Kemampuan belanja mereka ini lebih rendah dari angka dasar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat, Mariadi, Minggu (7/9), di Mataram.

Menurut Mariadi, daya beli atau Nilai Tukar Petani (NTP) padi dan palawija tercatat 96,90, petani tanaman perkebunan rakyat sebesar 98,10, dan nelayan 88,27. Sedangkan petani hortikultura mencapai 112,31 dan petani peternakan 104,58.

Dari data yang dihimpun Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat pada Juni 2008 lalu, secara keseluruhan daya beli petani ini mencapai 99,10 atau mengalami penurunan sebesar 1,62 persen dari bulan sebelumnya.

Mariadi merinci, kemampuan daya beli petani di bidang tanaman pangan turun sebesar 0,31, holtikultura (-4,18), peternakan (-2,44), dan perikanan (-4,76). Hanya kemampuan belanja petani tanaman perkebunan rakyat yang bertambah 2,12 persen, meskipun secara keseluruhan masih 98,10 atau dibawah hitungan kemampuan dasar.

Penurunan daya beli petani ini didapat dari pantauan harga di pedesaan tujuh kabupaten se Provinsi Nusa Tenggara Barat. Indeks yang harus dibayar petani di provinsi ini mengalami kenaikan sebesar 4,09 persen. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dikonsumsi rumah tangga petani dan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani tidak sebanding dengan harga hasil produksi pertanian yang hanya naik sebesar 2,53 persen.

Data Badan Pusat Statistik ini telah dikirimkan ke instansi-instansi disektor pertanian. Tujuannya agar data tersebut dapat dijadikan dasar pemikiran dalam melakukan koordinasi dalam menanggulangi kemerosotan kemampuan petani tersebut.

Supriyantho Khafid

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X