John Roosa Berharap Bukunya Tak Dilarang

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jhon Roosa, sejarawan asal Universitas Colombia Kanada berharap bukunya yang berjudul "Dalih Pembunuhan Massal: G30S & Kudeta Suharto" tidak dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung. "Saya dapat kabar dari seorang teman di parlemen kalau buku saya sedang diteliti," kata dia kepada Tempo, Senin (8/9).

Selama ini, kata dia, banyak buku tentang G30S yang telah beredar dan tak satupun yang dilarang. "Kalaupun ada hanya buku teks pelajaran untuk SMP dan SMA saja," ujarnya. Menurut Roosa, buku itu juga tidak patut dikhawatirkan karena dari awal penulisan buku dimaksudkan agar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Perihal tindakan yang akan dilakukan Kejaksaan, Roosa memilih tidak banyak berkomentar. Ia berpendapat, meneliti buku merupakan hak kejaksaan. "Kita tunggu saja dan lihat apa hasilnya," kata dia.

Judul asli buku yang ditulis Roosa ialah "The September 30th Movement and Suharto's Coup". Buku itu kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Hasta Mitra dan Institut Sejarah Sosial Indonesia.

Reh Atemalem Susanti