Pemudik dengan Angkutan Umum Diimbau Tidak Memakai Perhiasan


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta mengimbau para pemudik yang menggunakan angkutan umum agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok. Pasalnya, terminal atau stasiun yang dipastikan padat massa rawan bahaya perampokan.

Selain menghindari pemakaian perhiasan yang belebihan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ketut Untung Yoga Ana menyarankan agar para pemudik membawa uang seperlunya saja. "Barang berharga sebaiknya disimpan saja di tempat yang aman," kata dia hari ini.

Untuk menghindari pembiusan, para pemudik disarankan untuk tidak menerima tawaran makanan atau minuman dari orang yang tak dikenal. "Selain itu, jangan menyahut jika disapa atau ditepuk oleh orang yang tak dikenal untuk menghindari hipnotis," ujar Ketut.

Pemerintah memperkirakan jumlah pemudik Lebaran 2008 mencapai sekitar 15,8 juta jiwa. Dari perkiraan jumlah pemudik tersebut, yang menggunakan angkutan darat sekitar 9.888.000 jiwa, terdiri dari angkutan jalan 6.922.000 jiwa, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan 2.966.000 jiwa.

Sementara yang menggunakan angkutan kereta api sekitar 2.377.000 jiwa atau naik 5,38 persen dari tahun lalu. Pemudik yang memanfaatkan angkutan laut sekitar 1.018.000 jiwa, angkutan udara 1.885.000 jiwa atau naik 9,32 persen dari tahun sebelumnya.

FERY FIRMANSYAH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X