Habis Puasa, Listrik di Pemukiman Padat Dirazia


TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Jakarta Barat akan merazia instalasi listrik di pemukiman padat di Tambora. Hal ini dilakukan terkait seringnya terjadi kebakaran di sana. "Sehabis Ramadan akan ditertibkan," kata Wakil Camat Tambora, Isnawa Adji, Senin (8/9).

Menurutnya, lokasi yang disorot adalah Kelurahan Jembatan Besi dan Kali Anyar, yang disinyalir banyak terdapat jaringan tumpang tindih. "Terkadang pada satu titik ada empat sampai enam jaringan kabel," ujar Adji.

Razia difokuskan pada rumah kontrakan dan tempat usaha konveksi yang banyak terdapat di dua kelurahan itu. "Kabarnya untuk usaha konveksi mereka menggunakan kabel yang tidak sesuai," ujar Adji.

Tambora merupakan kecamatan terpadat di Jakarta. Kepadatannya mencapai 1500 jiwa per hektar. Akibatnya, sebuah percikan kecil akibat korsleting listrik dapat mengakibatkan kebakaran yang besar. "Makanya untuk <i>sweeping</i> mendatang, tidak hanya berupa imbauan tapi langsung pemutusan," kata Aji.

Pekan lalu pihak kecamatan, PLN, dan Suku Dinas Penerangan Jalan Umum, memutus 21 aliran listrik ilegal dari tiang-tiang listrik di sepanjang jalan KH Mas Mansyur, Jembatan Lima. Listrik itu sebelumnya digunakan oleh pedagang kaki lima yang sudah digusur bulan lalu.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan mengintruksikan jajarannya untuk lebih serius menangani instalasi listrik. Pasalnya, listrik yang centang-perenang menjadi penyebab utama kebakaran di sana.

"Di Jakarta Barat hampir 50 kebakaran terjadi setiap bulannya," ujar dia. Kebakaran itu paling banyak terjadi di Kecamatan Tambora dan Tamansari. "Sampai-sampai di sana ada istilah kebakaran seperti arisan, tinggal tunggu giliran saja," kata Djoko.

Reza Maulana

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X