Hutan Mantingan Berbahaya bagi Pemudik  

TEMPO Interaktif, Surabaya: Jalan raya di kawasan Hutan Jati Mantingan, Ngawi, Jawa Timur masih menjadi daerah yang paling berbahaya untuk jalur mudik pada lebaran tahun ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Bambang Sukamto, Senin (8/9), berharap para pemudik selalu berhati-hati ketika melalui jalur ini. “Dari pantauan kami, Mantingan masih yang paling berbahaya. Kami minta pengemudi untuk lebih hati-hati,” kata Bambang.

Menurut Bambang, Mantingan sebagai pintu keluar dari Jawa Timur ke Jawa Tengah sangat berbahaya karena memiliki kontur jalan yang tidak rata. Selain itu, banyaknya tanjakan yang diikuti tikungan tajam membuat kawasan ini sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Apalagi, dikawasan itu juga masih terdapat beberapa titik jalan yang berlubang, yang diperparah dengan banyaknya pohon tua di sepanjang jalan yang dikawatirkan akan roboh sewaktu-waktu.

Untuk mengantisipasinya, aparat kepolisian daerah Ngawi akan selalu disiagakan untuk kawasan hutan jati tersebut. Beberapa peralatan tambahan seperti gergaji mesin juga akan disiapkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada pohon yang tumbang.

Selain Mantingan, kawasan Hutan Jati Saradan, Madiun juga masih tergolong kawasan yang berbahaya. Kawasan Saradan sendiri menurutnya juga memiliki kemiripan seperti di Mantingan.

“Prinsipnya, ada dua yang kita prioritaskan yaitu jalur rawan kecelakaan dan rawan kemacetan. Untuk Mantingan dan Saradan ini tergolong masuk kawasan rawan kecelakaan,” tambahnya. Sedangkan untuk kawasan yang rawan macet di antaranya kawasan lumpur Lapindo Porong Sidoarjo, serta kawasan Pantura mulai dari Gresik hingga Tuban.

Di kawasan Pantura sendiri menurut Bambang saat ini juga masih terus dilakukan perbaikan jalan. Bambang menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan pemudik roda dua, pihaknya juga telah menyiapkan personel yang siap mengawal mereka hingga ke tujuan.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Polisi Sugiono menambahkan, untuk antisipasi lebaran pihaknya juga akan segera menggelar operasi ketupat mulai dari dua pekan sebelum lebaran. “Dalam operasi ini, sebanyak dua pertiga personel dari seluruh Jawa Timur akan disiagakan di lapangan,” kata Sugiono.

Rohman Taufiq