Kantor Komisi Pemilu Yogyakarta Dijaga Ketat
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Untuk mengantisipasi massa Partai Kebangkitan Bangsa kubu Abdurrahman Wahid, kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta dijaga puluhan polisi dari Markas Kepolisian Kota Besar Yogyakarta.
“Saya mendapat pesan singkat dari ketua KPU Provinsi untuk mengantisipsai kemungkinan adanya massa pro Abdurrahman Wahid,” kata Miftahul Alvin, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Senin (8/9).
Instruksi pengamanan kantor KPU kota Yogyakarta lau diteruskan Alvin dengan minta bantuan dari kepolisian. Sejak pukul 08.00 WIB, tujuh puluh personil polisi dari Mapoltabes Yogyakarta tampak berjaga-jaga di dalam dan seputar kantor KPU Yogyakarta.
Menurut Alvin, meskipun di kota Yogyakarta tidak mempermasalahkan adanya dualisme kepemimpinan di PKB, namun pihaknya juga akan menerima massa yang datang ke kantornya. ”Sejak dulu kepengurusan PKB di Yogyakarta tidak ada masalah, tidak ada dualisme kepengurusan,” kata dia.
Ia menjelaskan, kepengurusan PKB Kota Yogyakarta tidak berubah sejak muktamar PKB di Semarang pada 2005 lalu. Surat Keputusan kepengurusan pun ditandatangani oleh Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum dan Abdurahman wahid sebagai ketua dewan Syuro.
Dihubungi terpisah, Komisaris Besar Agus Sukamso, Kapoltabes Yogyakarta mengatakan, penerjunan petugas polisi di kantor KPU untuk menjaga stabilitas keamanan atas isu massa Abdurrahman Wahid yang akan mendatangi kantor KPU.
”Kita menerjunkan 70 personil polisi di KPU kota dan 200 personil polisi di KPU propinsi,” kata dia. Hingga berita ini ditulis, belum ada satu pun massa Gus Dur yang mendatangi kantor KPU Kota Yogyakarta.
Di sisi lain, bakal calon legislator dari PKB di Kota Yogyakarta berjumlah 13 bakal calon, namun persyaratan 13 bakal calon tersebut masih banyak kekurangan. Pihak KPU pun mengembalikan berkas mereka yang dianggap kurang memenuhi syarat. ”Bermacam-macam kekurangannya, ada yang belum mencantumkan kartu tanda anggota dan syarat kesehatan,” kata Alvin.
M. Syaifullah