Taksi Bandara Minangkabau Mogok

TEMPO Interaktif, Padang: Sebanyak 167 unit taksi yang beroperasi di Bandara International Minangkabau, di Padang Pariaman Sumatera Barat mogok beroperasi. Mereka berunjuk rasa dan memarkirkan puluhan taksi di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat,Senin (8/9).

Koordinator aksi, Dino Munalis mengatakan, aksi mogok itu mereka lakukan untuk meminta ketegasan pemerintah menertibkan travel liar, travel rental dan ojek motor masuk kawasan bandara.

"Mobil rental, travel liar mengambil penumpang yang seharusnya naik taksi, kami sering tidak dapat penumpang, kami minta pada pemerintah untuk menghentikan travel masuk ke andara,” kata Dino Munalis bersama rekan-rekannya yang menyampaikan keluhannya di komisi C.

Anggota Komisi C Yulman Hadi mengatakan, akan mempelajari secara cermat aturan yang berlaku di Bandara International Minangkabau. "Saya akan sampaikan aspirasi sopir taksi ini kepada Angkasa Pura dan Dinas Perhubungan agar dapat ditindak lanjuti," kata Yulman.

Sementara itu, aktifitas penumpang di Bandara Internasional Minagkabau tidak terganggu dengan aksi mogoknya supir taksi karena bus Damri dan Bus Tranex ke bandara tetap beroperasi dan memadai untuk mengangkut penumpang. Selama ini, untuk angkutan dari bandara dan ke bandara masyarakat lebih memilih menggunakan bus bandara karena lebih murah. Taksi sering tiak diminati karena tidak menggunakan argo dan tarifnya relatif mahal dan harus tawar menawar dulu dengan supir taksi.

Febrianti