Pengalihan Arus Atasi 23 Titik Rawan Kemacetan
Topik
TEMPO Interaktif, Surakarta: Mengantisipasi titik-titik kemacetan, pengalihan arus akan dilakukan bagi pemudik yang melewati Daerah Surakarta. Sebagai jalur utama dari Yogyakarta-Semarang menuju Jawa Timur dan sebaliknya, setidaknya ada 23 titik rawan kemacetan.
Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Surakarta Yosca Herman menegaskan, pihaknya telah menyiapkan pengalihan arus. “Ada 23 titik rawan kemacetan, seperti depan Terminal Tirtonadi, sebagian besar Jalan Slamet Riyadi, dan persimpangan-persimpangan,”katanya.
Selain kondisi jalan, Herman memprediksi peningkatan jumlah kendaraan pribadi, terutama roda dua akan sangat signifikan. “Tahun 2006 ada 1,8 juta orang dan 2007 sebanyak 2,4 juta. Tahun ini naik sekitar 31,29 persen.”
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Surakarta Budi Yulistianto mengatakan saat ini fokus perbaikan jalan pada ruas jalan yang digunakan pemudik yang melintasi Surakarta, seperti Jalan Prof. Dr. Soeharso, sebagai jalan utama dari Jalan Slamet Riyadi menuju lingkar luar di Mojosongo. “Jika belum selesai, ya dilewati tidak apa-apa. Toh untuk jembatannya sudah cukup kuat,” ujar Budi.
Sedangkan Kepala Kepolisian Wilayah Surakarta Komisaris Besar Polisi Taufik Anshorie menyatakan ada 18 titik rawan kecelakaan di eks-Karesidenan Surakarta. Seperti Jalan Ahmad Yani, Kartasura km 5-14, dan jalur Sukoharjo-Wonogiri km 7-8. “Jalur-jalur itu rawan karena arusnya yang padat, dan seringkali pemakai jalan melewatinya dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.
Menanggapi banyaknya pemudik yang memakai kendaraan roda dua, Anshorie mengatakan akan ada pengawasan dan pengamanan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pengawalan. “Yang selalu kami himbau, agar muatannya tidak berlebih karena berbahaya.”
Pihaknya, lanjut Anshorie, juga akan melakukan inspeksi ke garasi-garasi bus untuk melihat kesiapan perusahaan otobus mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk laik jalan kendaraannya. “Kami menerjunkan total 350 personil yang bertugas bergantian,” tegasnya. Ukky Primartantyo













