Vaksin Flu Dibuat Universal


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah vaksin flu yang universal sedang diuji di Inggris. Vaksin ini bisa mengatasi 'beban' para perusahaan farmasi selama ini yang harus mereformulasi vaksin setiap tahunnya hanya untuk disesuaikan dengan setiap turunan virus yang muncul.

Vaksin yang sedang dikembangkan para peneliti di Universitas Oxford itu mengincar protein dari balik kulit si virus. Cara ini berbeda dengan vaksin tradisional yang didesain untuk menyusun respons kekebalan terhadap protein-protein H dan N di kulit terluar virus. Berbeda dengan protein-protein itu yang sering sekali bermutasi, protein dari dalam tubuh justru lebih seragam antar turunan virus.

Ketua tim studi di Oxford University, Sarah Gilbert, mengatakan, kalau cara terbaru ini berhasil maka akan membawa perubahan yang drastis. “Dengan metode ini kita cukup memvaksin semua orang sekali, seperti dalam situasi cacar air,” jelasnya seraya menambahkan, “Pengulangan cukup sekali setiap 5-10 tahun.”

Dalam kasus pandemik, cadangan vaksin juga bisa dibuat lebih cepat ketimbang vaksin-vaksin yang ada selama ini yang harus menunggu wabah itu merebak luas hanya untuk mengidentifikasi turunan virus flu yang paling kuat. Dalam menunggu, korban sudah pasti akan berjatuhan.

Gilbert dan kawan-kawannya kini sedang menguji vaksinnya pada 12 sukarelawan. Mereka mendapat vaksin model baru itu untuk penentuan dosis. Gilbert menyatakan kalau butuh sepuluh tahun lagi untuk vaksinnya bisa diuji efektivitasnya dalam kasus flu. “Tidak mudah dan butuh keberuntungan,” kata Profesor John Oxford, pakar vaksin di Queen Mary, University of London, melukiskan proses ke depan.

(bbc)

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X