Alex Noerdin-Eddy Yusuf Siap Hadapi Gugatan


TEMPO Interaktif, Palembang: Tim advokasi calon gubernur Palembang, Alex Noerdin-Eddy Yusuf, siap melayani gugatan pasangan Syahrial-Helmy atas tuduhan kecurangan dan penggelembungan suara di Kabupaten Musibanyuasin.

Pemilihan gubernur Palembang memanas setelah dua dari tiga survei menyatakan Alex Nurdin-Eddy Yusuf menang meski berselisih sangat tipis dibanding Syahrial-Helmy.  Satu survei lagi hasilnya berkebalikan, meski selisihnya sama tipis.

Koordinator Tim Advokasi Alex-Eddy, Chairilsyah, pada Rabu (10/9), mengatakan siap meladeni gugatan tersebut. Ia mengatakan yang dianggap kecurangan di Banyuasin itu masih asumsi. Sejauh pengamatan pihaknya dilapangan tidak ada indikasi kecurangan-kecurangan tersebut.

Chairil malah melakukan serangan balik dengan mengatakan memiliki bukti indikasi pasangan Syahrial-Helmy melakukan kecurangan.  "Kami sudah adukan itu ke Panwaslu," katanya.

Sebelumnya, pasangan Syahrial-Helmy meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah Sumatera Selatan melakukan penghitungan ulang di Kabupaten Musi Banyuasin. Mereka mengindikasikan banyak kecurangan di Kabupaten yang pernah di pimpin oleh Alex Noerdin tersebut.

"Banyak kecurangan yang kami temukan," Darmadi, salah satu anggota tim Syahrial-Helmy, tapi tidak menyebutkan secara gamblang apa bentuk kecurangannya. Dia meminta Komisi mempertimbangan rekap suara dari kabupaten tersebut.

Anggota Komisi, Ahmad Bakri, mengatakan pihaknya hanya melakukan rekapitulasi dari Komisi Pemilihan Umum kabupaten atau kota. "Kalau ingin hitung ulang, itu dibawah. Kalau (Komisi tingkat) provinsi menghitung hasil," katanya. "Jika ada keberatan dapat disampaikan oleh saksi pengadilan yang akan memutuskan apa hasil sah atau tidak, itu kalau ada gugatan hukum."

Karena wilayahnya menjadi sorotan, hari ini Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari hari ini memasang iklan satu halaman penuh di koran lokal mengajak semua pihak untuk menghormati demokrasi yang sedang tumbuh dengan menerima hasil pemilihan gubernur.

Arif Ardiansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X