Harga Minyak Anjlok Dibawah 100 Dolar
Topik
TEMPO Interaktif, New York: Untuk pertamakalinya dalam lima bulan terakhir, harga minyak anjlok di bawah US$ 100 per barel. Ini terjadi setelah organisasi pengekspor minyak, atau OPEC, Selasa (9/9), berencana untuk menyimpan produksinya - meskipun hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober berada pada angka US$ 99,04 setelah ditutup pada level US$ 100,34. Sejak dua April lalu, harga minyak jenis Brent sudah berada di angka psikologis US$ 100.
Minyak jenis Brent jatuh setelah Presiden OPEC meramalkan bahwa kartel, yang menyediakan 40 persen dari minyak dunia, akan mempertahankan jumlah produksinya agar tidak berubah.
"Kami bermaksud untuk tetap mempertahankan kadar produksi seperti saat ini," kata Presiden OPEC dan Menteri Energi Algerian, Chakib Khelil, kepada wartawan.
Sejak pertemuan organisasi itu pada tahun lalu, September 2007, ketiga belas negara pengekspor minyak ini tidak mengubah kadar produksinya sebesar 29,67 juta barel per hari. Meski demikian, beberapa analis sudah mengusulkan agar OPEC mau memotong hasil produksinya yang berlebih, yang ditaksir mencapai satu juta barel per hari.
Sementara itu, dalam kontrak utama New York, harga minyak jenis light untuk pengiriman Oktober jatuh pada US$ 3,08 dan menetap pada US$ 103,26 per barel. Sejak mencapai puncaknya di atas level US$ 147 pada Juli, harga minyak sudah cenderung menurun pada angka psikologis sebesar US$ 100.
Phil Flynn dari Alaron Trading mengatakan bahwa minyak telah menyesuaikan kembali nilainya sebagai instrumen keuangan yang lebih besar dalam makroekonomi di alam semesta.
"Di bagian pertama tahun ini, minyak dipakai sebagai pagar hidup melawan krisis keuangan, dan sekarang pagar hidup itu jatuh. Dan meskipun ada (badai) Ike dan OPEC, untuk sementara, (minyak) itu melebihi semuanya," kata Phil Flynn.
AFP | TM. Dhani Iqbal
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Dunia
- Kisah Tahanan Lolos dari Penjara Kejam Korea Utara
- Teroris Barbar Beraksi di Inggris
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Pemilu Iran, Rafsanjani dan Mashaei Dilarang Ikut
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi













