Mandala Tambah Penerbangan Menjadi 189 Seminggu
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta :Maskapai penerbangan Mandala berencana menambah penerbangan menjadi 189 penerbangan seminggu.
Chief Executive Officer (CEO) Mandala Airlines Warwick Brady dalam siaran pers,Kamis (11/9) penambahan tersebut akan dilakukan hingga akhir tahun. Warwick menyebut, maskapainya menggunakan pesawat Airbus A319 dan A320 untuk melayani penumpang.
Selain itu, kata Warwick, pihaknya juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan TransNusa Air Services yang mengoperasikan armada jenis ATR 42-300 dan Fokker 50 milik Trigana Air/Riau Air untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat serta Bali. “Kerja sama ini untuk memperkuat Mandala di wilayah imur Indonesia,” jelasnya.
Dengan kerja sama itu, Mandala menjadikan Kupang dan Denpasar sebagai hub baru bagi para penumpang dari dan ke Ende, Sika atau Maumere, Bajawa atau Ngada, Ampenan atau Lombok, Waingapu atau Sumba Timur, Tambolaka atau Sumba Barat, serta Labuan Bajo dan Alor.
Warwick menambahkan, dengan menjadikan Kupang dan Denpasar sebagai hub, maka penerbangan langsung dari dan ke Jakarta atau Surabaya akan lebih mudah dilayani.
Mandala, lanjutnya, saat ini menawarkan jaringan pelayanan untuk 20 tujuan penerbangan yang didukung pesawat Airbus A320, A319, serta Boeing 737-400.
Warwick menandaskan, prioritas utama Mandala, adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Untuk Mandala juga telah menjalani audit untuk mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Mandala juga telah diaudit oleh Airbus, Boeing maupun perusahaan perminyakan yang telah menyatakan setuju terbang bersama maskapai ini.
Arif Arianto
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun













