Subang dan Purwakarta Siapkan Armada Tambahan
Topik
TEMPO Interaktif, Subang: Meningkatnya pemudik menjelang lebaran, memastika Dinas Perhubungan Kabupaten Subang dan Purwakarta Jawa Barat melakukan penambahan armada angkutan mudik lebaran.
Ragawa, Kepala Tata Usaha Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Kamis (11/9), mengatakan, armada angkutan mudik lebaran yang sudah disiapkan pihaknya ada 28 bis. "Pasti mencukupi," kata Ragawa.
Kecuali itu, ketersediaan bis reguler jurusan Jakarta-Subang dan kebalikanya saat ini berjumlah 75 buah dan ditambah mini bis lintasan jurusan Bekasi-Sumedang via Subang sebanyak 182 bis, sudah seimbang dengan penumpang yang diangkut. "Jadi, tidak akan ada masalah krusial," kata Ragawa.
Idhar Persantakusumah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta, mengatakan, untuk mengantispasi lonjakan pemudik ke daerahnya pihaknya telah menyiapkan armada tambahan sebanyak 12 bis. "Saya pikir jumlah (tambahan armada mudik) itu sudah mencukupi," kata Idhar.
Selama ini, penumpang jurusan Jakarta-Purwakarta dan kebalikanya sudah tertampung dengan bis-bis reguler yang jumlahnya mencapai 30 bis. Belum lagi, puluhan bis-bis reguler jurusan Jakarta-Bandung, Jakarta-Garut dan Jakarta-Tasik juga tiap hari melintas ke jalan-jalan protokol Purwakarta. "Jadi, kami tak perlu khawatir tidak ada pemudik yang tak terangkut," kata Idhar.
Ragawa dan Idhar satu kesimpulan bahwa jumlah pemudik dari Jakarta menuju daerahnya masing-masing akan mengalami kenaikan antara 10 hingga 20 persen. Masalahnya, jarak Jakarta-Purwakarta dan Jakarta-Subang, relatif dekat. Bahkan, banyak para pekerja asal Purwakarta tujuan Jakarta setiap hari pergi pulang. "Jumlah pemudiknya tak mungkin membludak seperti ke wilayah Priangan Timur atau ke Jawa," kata Idhar.
Tak jauh beda dengan pemudik dengan bis, pemudik yang akan menggunakan kereta api juga tidak akan mengalami lonjakan yang berarti. Buktinya, sampai Kamis (11/9), tiket kereta api kelas ekonomi dan eksekutif di stasiun Cikampek belum ada pemesanan secara khusus. "Nggak ada yang pesan tiket borongan," kata Alia, petugas penjual tiket di stasiun Cikampek.
Lagi pula, di stasiun paling besar di antara Purwakarta-Subang dan Karawang itu, tidak menjual tiket pesanan atau borongan, sebab, yang dijual hanya tiket perorangan. "Saya jamin tak akan ada penumpang yang akan kehabisan tiket," kata Alia. Para pemudik yang memanfaatkan jasa stasiun Cikampek kebanyakan pekerja perusahaan swasta yang pulang ke Jawa.
Alia memastikan, puncak arus mudik via kereta api di statsiun Cikampek terjadi pada tiga hari menjelang lebaran. "Para penumpang sudah bebas tempat duduk," kata Alia memberikan alasan.
Sementara tarif keretea api kelas ekonomi; KA Gaya Baru jurusan Surabaya dibanderol Rp.26.000, KA Matar Maju jurusan Malang tarifnya Rp.51.000, KA Tegal Arum jurusan Tegal Rp.14.000, KA Kertajaya jurusan Pasar Turi Surabaya Rp.42.000, KA Bengawan jurusan Solo Rp.30.000, KA Kuto Jaya jurusan Kutoharjo tarifnya dibanderol Rp.28.000. Satu-satunya KA eksekutif yang melayani rute Cikampek-Semarang yakni KA Herina, tiketnya sepanjang September dijual Rp.150.000, masuk Oktober tarifnya naik jadi Rp.175.000.
Nanang Sutisna
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?













