Disiapkan Mudik Lebaran Naik Hercules


TEMPO Interaktif, Palangkaraya: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan meminta bantuan pesawat angkut jenis Hercules milik TNI Angkatan Udara. Ini langkah antisipasi bilan perusahaan penerbangan tak sanggup memenuhi kebutuhan penumpang yang hendak mudk Lebaran. "Saya sudah minta tambahan penervbangan ekstra," kata  Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Achmd Diran, Kamis (11/9).

Bantua Hercules, kata dia, sedang dirundingkan dengan  TNI Angkatan Udara. Menurut Achmad Diran, saat ini calon mudik ke Jawa dan ke sejumah kota dengan  pesawat terbang sudah over booking . Meski harga tiket dinaikkan, tak membuat penumpang surut berebut tiket. 

Tiiket pesawat Garuda Air yang semula Rp 700 ribu  menjadi Rp 1,3 juta dan Sriwijaya Air  semula Rp 668 ribu menjadi Rp 1 juta. “Saya sudah  meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan  mendata kelebihan penumpang," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Ober Gultom, mengatakan saat ini sedang mendata penumpang yang tidak terangkut.   “Solusinya kami inta kepada  Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk menambah frekuensi pelayaran," ujarnya.

Karana WW
 

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Waduh, terimakasih sebelumnya Bapak Wakil Gubernur Kal-Teng. Tapi apa harganya nggak terlalu mahal Pak, kalau standar upah minimum di Palangkaraya masih memungkinkan untuk membeli. Nah kalau kita yang bekerja, di luar pulau kalimantan bagaimana, apalagi upah minimumya rendah. Gimana orang seperti saya (kalimantan) dapat pulang Pak Gubernur kalau harganya selangit, terus masak kita disuruh ikut Rumah RAKIT.
0
0
Waduh, terimakasih sebelumnya Bapak Wakil Gubernur Kal-Teng. Tapi apa harganya nggak terlalu mahal Pak, kalau standar upah minimum di Palangkaraya masih memungkinkan untuk membeli. Nah kalau kita yang bekerja, di luar pulau kalimantan bagaimana, apalagi upah minimumya rendah. Gimana orang seperti saya (kalimantan) dapat pulang Pak Gubernur kalau harganya selangit, terus masak kita disuruh ikut Rumah RAKIT.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X