522 Pengungsi Lapindo Terima Uang Kontrakan


TEMPO Interaktif, Sidoarjo:Setelah menunggu lebih dari dua tahun, seluruh pengungsi korban lapindo yang saat ini masih bertahan di lokasi pengungsian pasar baru porong akhirnya seluruhnya menerima uang paket kontrak rumah. "Seluruh korban hari ini sudah mendapatkan uang kontrak," kata Suliono, Sosial Support Juru Bayar Minarak Lapindo Jaya, Kamis (11/9).

Menurut dia, dengan selesainya proses pembayaran uang kontrak ini, setidaknya sebanyak 522 keluarga dari 1917 jiwa pengungsi sudah mendapatkan jatah uang kontrak senilai Rp 5 juta untuk kontrak 2 tahun, uang pindahan Rp 500 ribu, serta uang jatah hidup Rp 300 ribu perjiwa.

Khusus uang jatah hidup, Minarak hanya memberikan uang untuk satu bulan --tidak enam bulan berturut-turut sebagaiamana yang diberikan kepada korban lapindo lainnya.

"Kesepakatannya memang begitu, apalagi setelah ini pengungsi juga langsung mendapatkan realisasi uang muka ganti rugi 20 persen," kata Suliono.

Selain paket uang kontrak, sejak Rabu (10/9) kemarin para pengungsi secara bergiliran juga sudah mulai melakukan transaksi realisasi uang muka ganti rugi 20 persen.

Untuk realisasi pembayaran 20 persen ini setidaknya telah menyelesaikan 130 bidang dari 321 bidang yang surat-suratnya telah lolos verifikasi. Sedangkan untuk surat-surat yang belum lolos verifikasi saat ini berjumlah 144 berkas.

Bagi yang belum lolos verifikasi ini, Minarak berjanji akan segera memproses pembuatan master berita acaranya sehingga bisa segera menyusul untuk mendapatkan ganti rugi.

Ditemui terpisah, Sunarto salah satu koordinator pengungsi mengatakan meski seluruh warganya sudah menyelesaikan proses pengurusan penerimaan uang paket kontrak, namun hingga saat ini uang yang diharapkan tersebut belum juga cair. "Janjinya memang seminggu kemudian baru cair," kata dia. <b>rohman taufiq</b>

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X