Lingkar Nagreg Dibuka 10 Hari Sebelum Lebaran


TEMPO Interaktif, Bandung: Lingkar Nagreg, sepanjang 600 meter di Blok Ciherang, Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diproyeksikan bisa dilintasi kendaraan pada 10 hari sebelum Lebaran. Jalan baru itu menghubungkan pecahan Jalan Nagreg yang terpisah di Pertigaan Cagak, yakni jalan menuju Tasikmalaya dan  Garut. "Malam ini dimulai pengaspalan," kata Pejabat Pembuat Komitmen Lingkar Nagreg dari Departemen Pekerjaan Umum, Haryono, Sabtu (13/9).

Menurut Haryono,  pengaspalan memakan waktu tiga hari. Meski bukan aspal permanen, diharapkan pelapisan aspal berfungsi membalut jalan agar tidak  membahayakan  pengguna sepeda motor. Setiap  sisi jalan dipasang penanda darurat.

Jalan baru ini  akan mengurangi beban Jalan Nagreg. Dari arah Bandung jika hendak ke Garut harus membelok ke arah Tasikmalaya dulu selepas Pertigaan Nagreg melewati jalan baru itu. Begitu juga dari arah Tasikmalaya atau Garut,  memutar melewati jalan baru itu jika hendak menuju Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Herli Suherli mengatakan, rekayasa jalan itu akan mengurangi beban kemacetan yang disebabkan  penumpukan kendaraan di Jalan Cagak, Nagreg.  Sejumlah rambu lalu lintas serta pembatas  jalan di kedua mulut jalan baru sudah disiapkan. ”Belokan itu agak berbahaya,” katanya.

Gubenrur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap segitiga Nagreg itu bisa selesai maksimal H-10 sebelum Lebaran. Sambil menunggu Lingkar Nagreg memotong bukit rampung, Heryawan meminta Bupati Bandung  mengeluarkan aturan yang melarang lahan di pinggiran jalan baru itu arena dagang. ”Ini untuk mencegah longsor,” ujarnya.

Menurut Heryawan, tidak menutup kemungkinan pemerintah provinsi akan membeli lahan di pinggiran jalan baru itu. Lahan tersebut akan dihutankan sehingga menjamin keamanan jalan. ”Kami akan hitung itu,” katanya.

Ahmad Fikri

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X