Hasil Forensik : Nurlela dan Mutiara Tewas Dibacok
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Tim forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin memastikan Nurlela dan anaknya Mutiara tewas akibat luka bacokan senjata tajam di bagian kepala dan leher. “Tulang leher keduanya putus,”ucap Ketua Tim Forensik RS Hasan Sadikin, Dr. Noorman Herryadi usai mengotopsi korban Sabtu (13/9). Nurlela juga mengalami beberapa luka bacokan di pipi kiri dan kanan.
Jasad Nurlela dan Mutiara menjalani otopsi dari sekitar pukul 09.00 hingga pukul 12.30. Usai dioptsi jenazah keduanya langsung dibawa pulang keluarga ke Cikalong Wetan.
Seperti diketahui, Nurlela, 25 tahun dan anaknya, Mutiara, 5 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di kampung Hegar Mulya, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (13/9), sekitar pukul 00.30 WIB. Keduanya diduga tewas dibunuh.
Kedua korban ditemukan pertama kali oleh Uus Usman, 31 tahun, suami dan ayah kandung korban pada Sabtu sekitar pukul 00.30. Saat itu pengusaha konter telpon genggam itu baru pulang berolahraga bulu tangkis. Ia menemukan jasad istri dan anaknya dalam polisi telungkup bersimbah darah di lantai kamar tidur.
Sementara itu dari hasil pemeriksaan terakhir, polisi menemukan lima unit telpon genggam milik korban raib. “Ini indikasi kasus pasal 365 KUH Pidana tentang perampokan,”kata Kepala Polresta Cimahi Ajun Komisaris Besar Eko Budi Sampurno.
Pagi tadi, Polresta Cimahi masih menduga kasus tewasnya ibu dan anak itu adalah kasus pembunuhan murni. “Karena waktu itu kami belum menemukan barang hilang di rumah korban,”kata Eko.
ERICK P Hardi














