YouTube Blokir Video Teror
TEMPO Interaktif, Washington: Situs berbagi video YouTube rupanya kerap menjadi lahan para teroris memamerkan kegiatannya sekaligus merekrut anggota baru. Tak ada angka yang pasti berapa banyak video yang sudah menembus situs itu, tapi YouTube akhirnya menerbitkan panduan komunitas yang baru.
Panduan itu mencantumkan larangan mempublikasikan video berisi ajakan melakukan kekerasan dan kegiatan terorisme, seperti membuat bom dan penembakan. Sebelumnya, yang dilarang hanyalah video yang berpotensi melukai, menyerang, atau melanggar nilai kemanusiaan.
YouTube sendiri tak menyebutkan secara spesifik video dalam situsnya yang menyebabkan perubahan peraturan tersebut. Namun, mereka tak membantah bahwa kelompok-kelompok teroris telah memanfaatkan situs tersebut.
Sebuah penelusuran yang dilakukan kantor berita Associated Press, sehari setelah aturan baru dikeluarkan pada Jumat pekan lalu, memperlihatkan sejumlah video tentang cara membuat bom. Pada pencarian yang mempergunakan mesin Google itu, diperlihatkan bagaimana membuat bom dari bahan sederhana, seperti cairan pembersih toilet dan timah.
Sejumlah penelitian juga menemukan beberapa video bernuansa teror, seperti tayangan bagaimana menggorok leher sampai membuat rompi bom bunuh diri. "Saya tak tahu apakah ada yang lebih buruk lagi," kata Bruce Hoffman, pakar kontra-terorisme di Universitas Georgetown.
"Saya kira, tak ada manfaatnya menampilkan itu semua di Internet," kata John Morris, pakar Internet dari Center for Democracy and Technology.
Juru bicara YouTube, Chris Dale, mengatakan YouTube secara regular memperbaharui regulasi yang terkait dengan content. Tanpa perlu gembar-gembor, perubahan regulasi itu bisa dibaca di link yang terdapat di bagian bahwa homepage.
DEDDY SINAGA | AP | WASHINGTONPOST
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Survei: Jerman Negara Terpopuler di Dunia
- Korban Serangan Brutal di London Tentara Baik Hati
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- Perwira Polisi Sabang Gegerkan Warga
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Pramono Edhie Bisa Ikut Konvensi Demokrat













