Presiden Minta Kasus Pasuruan Diinvestigasi
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kasus pembagian zakat di Pasuruan yang menyebabkan tewasnya 21 orang diinvestigasi. Ia meminta kepolisian proaktif berjaga-jaga jika ada kerumunan, meskipun tidak diminta, agar kasus ini tidak terulang.
"Karena ada korban mesti ada investigasi. Siapa yang salah harus diberi sanksi demi tegaknya hukum dan keadilan," kata Presiden dalam pembukaan sidang kabinet paripurna, Selasa siang.
Sebanyak 21 orang tewas dalam pembagian sedekah oleh Haji Syaikhon di Pasuruan kemarin. Korban yang semuanya perempuan ini tewas terinjak, terjepit dan kehabisan oksigen saat mengantre pembagian zakat senilai Rp 30 ribu.
"Dalam agama memberi pada fakir miskin tidak boleh mengeksploitasi kemiskinan untuk tujuan tertentu. Ada aturannya. Mengapa tidak dijalankan, tragis," kata Presiden.
Presiden menginstruksikan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto agar aparat di daerah lebih proaktif. "Kalau ada kerumunan diminta atau tidak diminta segera masuk," katanya. Presiden juga meminta kepada Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah untuk memberikan santunan kepada keluarga korban.
Dalam rapat itu, Presiden meminta penjelasan dari Menteri Agama M. Maftuh Basyuni dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto.
Ninin Damayanti
Komentar (1)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Survei: Jerman Negara Terpopuler di Dunia
- Korban Serangan Brutal di London Tentara Baik Hati
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah
- Pelaku Pembantaian London, Pemuda Kelas Menengah
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional













