Ketanggungan dan Ajibarang Rawan Longsor

TEMPO Interaktif ,  Semarang: Meski saat terjadi arus mudik dan balik lebaran tahun ini belum memasuki puncak musim hujan, namun Badan Metereologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Semarang memperkirakan pada September hingga Oktober potensi hujan lokal sangat tinggi di Jawa Tengah sehingga perlu diwaspadai daerah rawan longsor.

Terkait dengan hal itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah telah memetakan beberapa jalur mudik yang rawan terjadi longsor. Jika pemudik akan melewati jalur selatan melalui Tegal, maka daerah rawan longsor yang harus diwaspadai adalah di Ketanggungan dan Ajibarang. Sedangkan di jalur selatan, titik rawan terdapat di Cilacap yakni Lumbir, Wangon, Gumilir dan Sumpiuh (Purwokerto).

Di jalur Pantai Utara, titk rawan longsor terdapat di Kalibening (Pekalongan), Limpung (Batang), Kendal dan Sukorejo (Kendal), Gubug dan Sumberawang (Grobogan). Di Jalur tengah, daerah yang harus diwaspadai adalah Wonosobo, Kretek (Wonosobo), dan Magelang.

"Saat melewati daerah tersebut, pemudik harus waspada," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Kris Nugroho, Selasa (16/9). Selain akan dilengkapi rambu-rambu yang menunjukkan rawan longsor, tambah Kris, keberadaan poko-posko larus mudik sepanjang jalur mudik juga akan memberi panduan kepada pemudik.

Sementara untuk antisipasi jika terjadi longsor, Dinas Bina Marga telah mempersiapkan 21 alat berat, baik milik Bina Marga maupun milik swasta di sepanjang jalur mudik, baik jalur Pantai Utara, jalur tengah maupun selatan. "Secara teknis, tidak ada daerah rawan longsor yang jauh dari keberadaan alat berat tersebut," kata Danang Atmojo, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah. "Begitu terjadi longsor, alat berat siaga untuk melancarkan jalur mudik".

Sohirin