Buah Manis Kunjungan Bill Gates

Buah Manis Kunjungan Bill Gates

dreamspark

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kunjungan Bill Gates, pendiri Microsoft Corporation, ke Indonesia pada Mei lalu bisa dibilang berbuah manis. Sekitar tiga bulan setelah kunjungan tersebut, Microsoft Indonesia mengumumkan peluncuran Microsoft Dream Spark untuk mahasiswa Indonesia.

Microsoft Dream Spark adalah program atau sarana untuk mengunduh peranti lunak secara cuma-cuma bagi mahasiswa di seluruh dunia. Peluncuran perdana program ini dilakukan oleh bos besar perusahaan peranti komputer raksasa itu pada 19 Februari 2008 lalu di Universitas Sanford, California, Amerika Serikat.

Microsoft Dream Spark yang informasinya bisa diakses melalui Internet di www.dreamspark.com itu memang menyediakan berbagai peranti lunak untuk pengembangan aplikasi dan perkakas desain, khususnya mereka yang menuntut ilmu di bidang teknologi, desain, matematika, ilmu pasti, dan teknik.

Tony Chen, Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia, mengatakan peluncuran Microsoft Dream Spark di Indonesia merupakan cita-cita dan komitmen pihaknya dalam membantu mengembangkan teknologi untuk dunia pendidikan di Indonesia. "Supaya mahasiswa Indonesia sejajar dengan dunia internasional," ujar Tony Chen dalam acara peluncuran di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin pekan lalu.

Namun, meski programnya gratis, bukan berarti semua mahasiswa bisa begitu saja mengunduh program-program aplikasi di Dream Spark. Seperti di negara-negara lain, program ini hanya bisa digunakan oleh perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan Microsoft.

Di Indonesia, beberapa perguruan tinggi negeri yang bekerja sama dan siap mengimplementasikan program ini antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Sedangkan beberapa perguruan tinggi swasta yang juga siap mengimplementasikan program ini antara lain Universitas Parahyangan, Universitas Atma Jaya, Universitas Gunadarma, Universitas Pelita Harapan, dan Bina Nusantara. Implementasi Dream Spark ini tidaklah mudah. Masih membutuhkan waktu hingga satu tahun ke depan karena masih terbatasnya infrastruktur di Indonesia.

Sebelum semua universitas nantinya terhubung dengan program ini, ITB dan Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer akan menjadi Identity Provider (IDP). Setelah kedua IDP berjalan baik, barulah satu per satu universitas tadi bisa terhubung dengan sistem Dream Spark.

Microsoft Dream Spark ini menyediakan berbagai program aplikasi seperti Microsoft Developer Tools, Microsoft Designer Tools, dan Microsoft Platform, yang kelak bisa diunduh secara gratis oleh mahasiswa Indonesia.

Peranti yang ada di Microsoft Developer Tools salah satunya adalah Visual Studio Professional Edition versi 2005 dan 2008, yang memungkinkan mahasiswa menciptakan berbagai program untuk ponsel, robot, serta situs pribadi. Mereka juga dapat membuat content game baru di konsol Xbox 360 melalui peranti XNA Game Studio 2.0.

Microsoft Designer Tools adalah paket perkakas lengkap untuk mengembangkan desain situs web dan content digital seperti animasi, fotografi, dan gambar, misalnya dengan program Expression Studio.

Adapun Microsoft Platform adalah program untuk merancang platform guna mewujudkan ide-ide kreatif mahasiswa. Peranti lunak yang tersedia di sini adalah SQL Server 2005 Developer Edition dan Windows Server Standar Edition.

Microsoft Dream Spark, yang telah diakses oleh lebih dari 35 juta mahasiswa di seluruh dunia, diciptakan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi yang sama dengan yang digunakan para profesional. Keterampilan mereka pun bakal terasah dan siap terjun ke dunia kerja.

Selain itu, seperti yang dikatakan oleh Engkos Koswara, staf ahli Menteri Riset dan Teknologi, "Program ini juga diharapkan bisa mendorong ide-ide baru yang inovatif dari para mahasiswa Indonesia."

Dimas


Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Iya buah manis sekarang! tetapi kaum akademisi dan generasi anak-pinaknya keracunan window$. Beberapa kalangan saya sendiri, ya mhsw, dosen, bahkan peneliti setelah tempo hari dapat window$ micro$oft versi akademi... sudah merasa beres pc atau nBook-nya... padahal excellnya databasenya dll dll masih nembak alias copyan -bajak. Nanti nun waktu masa depan - apa iya gang bill gates akan diam, termasuk micro$oft indonesia. Lagian berapa kaum akademisi yang makai pc/nbook dengan getol... so... ini adalah juga program marketing dan jualan jangka ke depan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X