Longsor dan Jalan Rusak Ancam Pemudik Sumatera Barat

TEMPO Interaktif, Padang: Dinas Prasarana Jalan Provinsi Sumatera Barat mengingatkan pemudik yang ke Sumatera Barat agar mewaspadai longsor di sejumlah ruas jalan di Sumatera Barat mengingat curah hujan yang cukup tinggi.

Kawasan yang rawan longsor itu umumnya merupakan jalur utama yang dilalui oleh pemudik yang akan ke Sumatera Barat maupun yang keluar Sumatera Barat.

Ruas jalan yang rawan longsor, di antaranya adalah jalan Padang-Solok dengan titik rawan longsor di Sitinjau Laut dan kilometer 17 sampai 25, Jalan Muaro Kalaban di Sawahlunto, Jalan Padangpanjang-Bukittinggi dengan daerah potensi longsor di Lembah Anai, serta jalan raya Bukittinggi-Palupuh. Jalur dari Payakumbuh menuju Riau juga rawan longsor di daerah Payakumbuh hingga Pangkalan sepanjang 50 kilometer.

"Jalur rawan longsor harus menjadi perhatian para pemudik dari berbagai kota di Sumatera dan Jawa saat melewati wilayah Sumatera Barat, karena ruas jalan yang dilalui sebagian besar berada di perbukitan yang rawan longsor saat turun hujan," kata Kepala Dinas Prasarana Jalan Sumatera Barat Dodi Riswandi, Selasa (16/9).

Dari seluruh jalan yang ada di Sumatera Barat, kerusakan terjadi sepanjang 30 kilometer di jalan lintas tengah, yaitu di Dharmasraya dan Sijunjung. Kerusakan jalan sepanjang 20 kilometer juga terjadi di jalan lintas timur, tepatnya di antara jalur batas Sumatera Utara dan Bukittinggi. Di kedua tempat yang merupakan jalan nasional itu sedang berlangsung perbaikan jalan.

Sedangkan di jalur lintas timur dari Padang Pariaman-Lubuk Basung jalannya mulus, namun dari jalan Lubuk Basung menuju Pasaman Barat banyak jalan yang berlobang.

Jalan rusak juga terdapat di jalur penghubung Sumatera Barat-Riau. Terdapat banyak jalan berlobang serta jalan yang bergelombang di perbatasan Sumatera Barat dengan Riau, tepatnya dari perbatasan Payakumbuh hingga ke Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan jalan dari Riau ke perbatasan Sumatera Barat mulus.

Selain itu, jalan yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Bengkulu di kabupaten Pesisir Selatan dan perbatasan dengan Bengkulu juga mengalami kerusakan di beberapa tempat.

Untuk mengantisipasi ancaman longsor, seminggu menjelang Lebaran akan disiagakan petugas Dinas Prasarana Jalan tiga shift per hari di lokasi-lokasi rawan serta 49 alat berat di sembilan kabupaten.

"60 persen jalan di Sumatera Barat berada di sekitar pinggang bukit. Kemungkinan longsor akan semakin tinggi dengan cuaca hujan sebab konsentrasi air tanah mendekati jenuhnya dan akan lebih cepat untuk terjadi pergeseran tanah," kata Dodi Riswandi.

Febrianti