Rabu, 17 September 2008 | 15:05 WIB
Perguruan Tinggi Diharapkan Bantu Mahasiswa Tak Mampu
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rektor Universitas Paramadina berharap mahasiswa miskin dapat kuliah dengan program beasiswa. Perguruan Tinggi diharapkan membantu dengan mengumpulkan donor bagi mahasiswa tidak mampu dari seluruh Indonesia. "Jangan sampai pendidikan mahal membuat anak-anak di posisi (ekonomi) bawah tidak maju," kata Rektor Paramadina Anis Baswedan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Rabu (17/9).
Paramadina mengadakan program beasiswa bagi siswa dan lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademis maupun non akademis. Mahasiswa yang mendapat beasiswa akan mendapatkan peluang magang dan training oleh perusahaan donor. Menurut Anis, 69 orang mendapat beasiswa Universitas Paramadina tersebut.
Paramadina Fellowship memiliki dua kategori. Pertama, beasiswa senilai Rp 65 juta untuk 80 orang. Beasiswa itu untuk biaya kuliah dan uang buku selama empat tahun. Kategori lain, beasiswa senilai Rp 100 juta untuk 20 orang. Beasiswa itu untuk biaya buku dan biaya hidup sejumlah Rp satu juta per bulan selama empat tahun. Kategori itu untuk calon mahasiwa yang berdomisili dan berasal dari SMA luar Jabodetabek.
Dia mengatakan, satu donor bisa membiayai 5 hingga 10 mahasiswa berprestasi. Dana yang diberikan donor, kata dia, tidak dikelola universitas namun langsung dialokasikan untuk biaya kuliah. "Perusahaan memberi fasilitas jika mahasiswa ingin melanjutkan kuliah," ujarnya.
Anis berharap seluruh perguruan tinggi termasuk yang berstatus badan hukum milik negara dapat menerapkan metode itu. Selama ini, rakyat miskin mengeluhkan kenaikan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri yang berubah status menjadi BHMN.
Mahasiswa penerima beasiswa dan dosen pengajar universitas itu besok akan bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina. Rektor Paramadina akan melaporkan program beasiswa tersebut ke Kalla sekaligus memperkenalkan mahasiswa terbaik penerima beasiswa.
Kurniasih Budi
Paramadina mengadakan program beasiswa bagi siswa dan lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademis maupun non akademis. Mahasiswa yang mendapat beasiswa akan mendapatkan peluang magang dan training oleh perusahaan donor. Menurut Anis, 69 orang mendapat beasiswa Universitas Paramadina tersebut.
Paramadina Fellowship memiliki dua kategori. Pertama, beasiswa senilai Rp 65 juta untuk 80 orang. Beasiswa itu untuk biaya kuliah dan uang buku selama empat tahun. Kategori lain, beasiswa senilai Rp 100 juta untuk 20 orang. Beasiswa itu untuk biaya buku dan biaya hidup sejumlah Rp satu juta per bulan selama empat tahun. Kategori itu untuk calon mahasiwa yang berdomisili dan berasal dari SMA luar Jabodetabek.
Dia mengatakan, satu donor bisa membiayai 5 hingga 10 mahasiswa berprestasi. Dana yang diberikan donor, kata dia, tidak dikelola universitas namun langsung dialokasikan untuk biaya kuliah. "Perusahaan memberi fasilitas jika mahasiswa ingin melanjutkan kuliah," ujarnya.
Anis berharap seluruh perguruan tinggi termasuk yang berstatus badan hukum milik negara dapat menerapkan metode itu. Selama ini, rakyat miskin mengeluhkan kenaikan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri yang berubah status menjadi BHMN.
Mahasiswa penerima beasiswa dan dosen pengajar universitas itu besok akan bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina. Rektor Paramadina akan melaporkan program beasiswa tersebut ke Kalla sekaligus memperkenalkan mahasiswa terbaik penerima beasiswa.
Kurniasih Budi
Komentar (4)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Rumah Sakit Swasta Ini Batal Mundur dari KJS













