Perguruan Tinggi Diharapkan Bantu Mahasiswa Tak Mampu


TEMPO Interaktif, Jakarta: Rektor Universitas Paramadina berharap mahasiswa miskin dapat kuliah dengan program beasiswa. Perguruan Tinggi diharapkan membantu dengan mengumpulkan donor bagi mahasiswa tidak mampu dari seluruh Indonesia. "Jangan sampai pendidikan mahal membuat anak-anak di posisi (ekonomi) bawah tidak maju," kata Rektor Paramadina Anis Baswedan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Rabu (17/9).

Paramadina mengadakan program beasiswa bagi siswa dan lulusan SMA/sederajat yang memiliki potensi akademis maupun non akademis. Mahasiswa yang mendapat beasiswa akan mendapatkan peluang magang dan training oleh perusahaan donor. Menurut Anis, 69 orang mendapat beasiswa Universitas Paramadina tersebut.

Paramadina Fellowship memiliki dua kategori. Pertama, beasiswa senilai Rp 65 juta untuk  80 orang. Beasiswa itu untuk biaya kuliah dan uang buku selama empat tahun. Kategori lain, beasiswa senilai Rp 100 juta untuk 20 orang. Beasiswa itu untuk biaya buku dan biaya hidup sejumlah Rp satu juta per bulan selama empat tahun. Kategori itu untuk calon mahasiwa yang berdomisili dan berasal dari SMA luar Jabodetabek.

Dia mengatakan, satu donor bisa membiayai 5 hingga 10 mahasiswa berprestasi. Dana yang diberikan donor, kata dia, tidak dikelola universitas namun langsung dialokasikan untuk biaya kuliah. "Perusahaan memberi fasilitas jika mahasiswa ingin melanjutkan kuliah," ujarnya.

Anis berharap seluruh perguruan tinggi termasuk yang berstatus badan hukum milik negara dapat menerapkan metode itu. Selama ini, rakyat miskin mengeluhkan kenaikan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri yang berubah status menjadi BHMN.

Mahasiswa penerima beasiswa dan dosen pengajar universitas itu besok akan bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Paramadina. Rektor Paramadina akan melaporkan program beasiswa tersebut ke Kalla sekaligus memperkenalkan mahasiswa terbaik penerima beasiswa.

Kurniasih Budi

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
yg gratis uang kuliahnya pak, kalo biaya hidup cari sendiri. Kalo mau cari dpt uang kuliah dan biaya hidup, anda harus cari program beasiswa. Hamfara tdk memberi beasiswa loh.
1
0
saya anang(19thun)anak dari tukang becak di probolinggo,dan kini sedang kuliah di hamfara yang katanya gratis 100%,sudah 1 tahun ini saya jalani kuliah dengan bea sendiri hasil dari jadi guru prifat bhsa inggris,apa yang di ktakan hamfara semuanya bohong saya merasa di dholimi,karna uang buat catering yang ktanya 1 bulan full ternyata bohong setiap libur hari minggu tidak dapat catering,belum tanggal merah tiap bulan ,belum lagi ijazah asli harus di setor sebagai persyaratan ,dan senin kamis yang makan hanya pagi dan sore,baru aku tahu klo hamfara ngak gratis semuanya ambil keuntunagan dari mahasiswa ,sering saya telat bayar catering dan tidak bisa absen yg pada akhirnya saya di bri tugas makalah yang bertumpuk karna di absensi komputer kurng padahal saya sering masuk,saya sangat terdholimi oleh yang namanya kbh yang alih2 sebagai sebagian dari hamfara ,tidak kaget jika banyak anak baru dari berbagai daerah mrasa tertarik dengan hamfara,dengan embel2 gratis padahal itu tidak saya pikir ini manipulasi supaya hamfara banyak siswa ,dan sekarang saya ingin keluar waloupun harus merelakan ijazah asli yang di tahan hamfara,hamfara kuliah gratis 100% tapi bersyarat harus setor ijazah asli dan surat pernyataan ortu yang ada materai,saya merasa terdholimi,skrang sya bingung mencri bea siswa untuk kuliah.
0
0
Apakah Univ.Paramadina masih membuka peluang beasiswa untuk lulusan tahun 2009? Apa saja Syarat-Syarat dan ketentuannya,Terima Kasih
0
0
Apa univ.Paramadina masih membuka peluang beasiswa untuk lulusan tahun 2009?Lalu bagaimana persyaratannya?Mohon penjelasannya...
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X