Dikeluhkan, Biaya Promosi Pariwisata Jakarta


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Arie Budhiman mengeluhkan sedikitnya biaya promosi dan publikasi pariwisata Jakarta. Hal itu menyebabkan potensi pariwisata Jakarta tidak tergarap secara maksimal.

Arie mengungkapkan, biaya promosi pariwisata Jakarta hanya sebesar Rp 30 miliar per tahun. Nilai ini jauh berada di bawah biaya yang dikeluarkan Kuala Lumpur maupun Singapura. Biaya promosi pariwisata kedua kota itu telah menembus US$ 100 juta atau sekitar Rp 1 triliun.

"Padahal Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencapai Rp 1,5 triliun", kata Arie pada wartawan, Rabu (17/9), di Kuningan, Jakarta. Menurut dia, dengan dengan PAD sebesar itu biaya promosi pariwisata seharusnya berkisar Rp 500 miliar atau 30 persen dari PAD sektor pariwisata. Sementara realisasi sekarang hanya sekitar 2,5 persen. "Sangat kecil", ujar Arie.

Pada 2008 ini, target kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta dipatok sekitar 1,3 juta wisatawan. Selama semester pertama, jumlah wisatawan telah mencapai 718.722 orang. Angka ini meningkat 22,6 persen dibanding semester yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 586.412 orang.

Meskipun demikian, Arie mengatakan, yang menghidupi sektor pariwisata Jakarta adalah wisatawan domestik. "Pasar domestik luar biasa", katanya. Jumlah wisatawan domestik pada 2009 ditargetkan 16 (enam belas) juta orang, sementara wisatawan mancanegara 1,6 (satu koma enam) juta orang.

Amirullah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X