Topik
Keraton Solo Pilih Berlebaran 2 Oktober
TEMPO Interaktif, Surakarta: Berbeda dengan yang lain, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan berlebaran pada 2 Oktober 2008. Saat memulai puasa, lingkungan keraton memulai pada 2 September. Ini berbeda dengan kebanyakan umat muslim yang lain.
Penetapan waktu berlebaran oleh keraton ini bukan tanpa alasan. “Kita menggunakan penanggalan Jawa dari Sultan Agung Hanyokrokusumo,” kata Winarnokusumo,Wakil Pengageng Sasono Wilopo dari Keraton Surakarta.
Walaupun sama-sama memakai penanggalan bulan (komariyah), namun tetap memiliki perbedaan dengan penanggalan hijriyah. "Penanggalan Jawa merupakan hasil penggabungan antara penanggalan hijriah dan penanggalan saka,” ujar Winarnokusumo.
Karena itu, dirinya menganggap wajar terjadi perbedaan penentuan Lebaran dibandingkan dengan penanggalan hijriyah. Keraton mempersilakan orang lain menggunakan areal keraton untuk salat Idul Fitri pada 1 Oktober. “Kalau ada yang berbeda, silakan,” katanya.
Keraton akan mengadakan salat Idul Fitri pada 2 Oktober, dilanjutkan dengan kegiatan Garebeg Pasa. Warga yang ikut penanggalan ini cukup banyak. Mereka ini umumnya bermaksud beribadah sampil melestarikan budaya keraton.
Ahmad Rafiq