Rizal Ramli Tuding Presiden Merekayasa Prestasi


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tragedi pembagian zakat di Pasuruan, 21 tewas  terinjak-injak karena berebut sedekah, mendorong Rizal Ramli meminta Presiden menghentikan kampanye rekayasa prestasi. "Faktanya rakyat tak pernah menderita sesulit ini," ujar Ketua Umum Komite Indonesia Bangkit dalam temu wartawan usai buka puasa di Hotel Bumikarsa Jakarta, Rabu (17/9)

Rizal menilai, turunnya angka pengangguran dan kemiskinan yang dikemukakan Presiden dalam pidato kenegaraannya Agustus lalu merupakan rekayasa statistik. Pada angka kemiskinan (dari 17,7 persen  pada 2006 menjadi 15,4 persen pada Maret 2008) terbukti masih banyak warga yang rela mengantre demi Rp 30 ribu dan menuai kematian. Ditambah pula antrean pembagian Bantuan Langsung Tunai

Rekayasa statistik juga dilakukan pada angka pengangguran. Pada Februari 2006 mencapai 10,5 persen, Februari 2008 menjadi 8,5 persen, yang ternyata menyalahi aturan sensus.

Menurut Rizal, biasanya sensus pengangguran terbuka dilakukan setelah panen raya pada Juni. Namun untuk 2008, sensus justru berlangsung sebelum panen raya yakni Februari. "Petani yang disensus sedang bekerja semuanya," tambahnya. Oleh itu, Rizal merasa pemerintah khawatir sehingga perlu merekayasa sensus.

Dianing Sari
 

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Membenahi warisan kegagalan/ kebokbrokan itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Kritik, Demo dan sejenisnya belum tentu menyelesaikan masalah. Akhirnya sama dengan. Setelah Memangku Jabatan, tidak lain tidak bukan \"memperkaya diri dan kelompok\" termasuk menjual aset startegis milik negara
0
0
karena mau muncul sebagai pahlawan di siang blolong,banyak yang mendadak mencari cari kesalahan orang.tapi kebaikan orang gak pernah terdengar.itulah politikus bayi ajaib indonesia.bang Rizal yg arip dong biar pedukungmu lbh bisa belajar politik yg sehat dan membangun,biar indonesia bisa maju.tapi saya gak pernah tahu tuh apa sih yg dikerjakan dia buat negara??
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X