Pegawai Negeri Wajib Pakai PIN Antikorupsi


TEMPO Interaktif, Jakarta:  Semangat baru jajaran pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gubernur dan wakil gubernur terpilih, Muhammad Zainul Madjdi – Badrul Munir membuat gebrakan  memberantas korupsi di lingkungan pegawai negeri. Setiap pegawai negeri sipil diberikan PIN antikorupsi Selain memakai PIN antikorupsi, pejabat struktural dan fungsional yang diangkat akan meneken akta integritas.

’Kami ingin melakukan percepatan pemberantasan korupsi,’’ ujan Badrul Munir. Menurut dia, sikap  antikorupis mesti diciptakan agar tidak jalannya pemerintahan yang bersih dari korupsi tidak sia-sia. "Tidak ada kegamangan bertindak dan dalam mengelola keuangan."

Adapun Zainul Madjdi,  akan menggandeng  Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi. ‘’Akan dilakukan audit. Apapun yang tidak wajar jangan ditutup-tutipi,’’ kata Zainul. Gubernur usia 36 tahun ini memeiliki sebutan Tuan Guru Bajang (kiai muda) cucu dari tokoh Nahdlatul Wathan di Pancor Lombok Timur.

Selain itu, ia akan beerja sama dengan Kepolisian dan Kejaksaan. Sebagai langkah awal memwujudkan tekadnya, Zainul – Badrul  menugaskan Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah membuat neraca keuangan hingga Agustus 2008.  ‘’Supaya masyarakat tahu kami mulai dari mana,’’ ujarnya berjanji akan mengumumkan secara terbuka kepada media neraca keuangan tersebut.

Supriyantho Khafid

Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
idenya bagus juga .. tapi jangan ngomong doang .. dengan adanya pin antikorupsi bisa lebih dtinjau lagi .. tapi percuma juga yang pakai pin antikorupsi masih korupsi juga, huh !! tapi kali ini korupsi harus bisa dbrantas ...
0
0
Niat Gub dan Wagub adalah niat yang baik, sebab kalau tidak ada yang mulai,lalu hasil apa yang diharapkan. Masyarakan memang sudah apatis dan pesimistik tentang kejujuran di negeri ini. Penyebab utama menurut saya adalah ahlak hidup manusia yaitu kehidupan moral spiritual sudah keluar dari tubuh.\"Ketuhanan yang maha esa\" menggantung jauh di wang-awang. Kalau boleh saya pinjam frasa orang Kristen;\"bertelinga tapi tidak mendengar, melihat tapi tidak menyimak\". Mungkin bagus dimulai dari mesin Amano - masuk keluar kantor pakai kartu amano lalu tiap bulan dievaluasi dan diumumkan di majalah dinding. tentu saja kehilangan jam kerja dikembalikan ke kas Negara. Jam2 ibadah dijalankan dengan sejujur-jujurnya.Jujurlah dihadapan Tuhan dan Manusia. Selamat berkarya Mata Tuhan mengawasi saudara jangan takut.
0
0
PIN antikorupsi? Buat apa kalau tidak punya TEKAD BULAT untuk JUJUR, BERSIH dan menjadi PANUTAN bagi generasi berikutnya. Korupsi memang bisa lahirkan OKB (orang kaya baru), uang habis ya balik jadi OKBM (orang kaya balik miskin), dan OKBM akan korupsi lagi. Tidak tertangkap ya tetap OKB, kalau tertangkap ya jadi OKBMB (orang kaya baru masuk BUI). Masuk bui pun tak apa toh hanya sementara. Tapi ingat masih ada hukuman yang lebih berat di akherat nanti. Mudah-mudahan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih tidak tergiur akan segala godaan yang sengaja diSODORkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Amien.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X