Segera Berdiri Pembangkit Listrik Tenaga Gambut

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT PLN (Persero) berkerja sama dengan PT Sebukit Power akan membangun pembangkit listruk tenaga uap  berbahan bakar gambut di Pontianak, Kalimantan Barat. Pembangkit berkapasitas 3 x 67 megawatt itu membutuhkan biaya sebesar US$ 400 juta dengan skema 70 persen pinjaman ECA dan 30 persen dari ekuitas. "Kami berharap 2011 sudah bisa beroperasi," ujar Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar,  Kamis (18/9).

Menurut Direktur Utama Sebukit Power Marcellius Kurniawan, pembangkit  berbahan bakar gambut itu merupakan yang pertama  di Indonesia. "Kami menggunakan teknologi dari Eropa, sedangkan operator dari Korea (Kepco)," ujarnya.

Konsepnya, proyek ini  mengintegrasikan pembangunan pembangkit  dengan penanaman hutan secara bersamaan, untuk  pemanfaatan gambut di Kalimantan Barat. Sebukit Group akan mengkonservasikan lahan gambut seluas 2.000  hektare.

"Kami  segera menyelesaikan segala bentuk perizinan  dengan pengawasan dari Poyry Engineering," kata Marcellius. "Pembangkit pertama diproyeksikan  selesai pada 2011, pembangkit kedua 2012, dan terakhir pada 2013." Sedangkan harga jual listrik yang disepakati sebesar US$ 4,787 sen per kilowatt per jam. "Kontrak selama 30 tahun," kata Marcellius.

Fahmi berharap, proyek itu bisa segera terealisasi untuk memenuhi pasokan listrik Kalimantan Barat. Gambut sebagai sumber energi pembangkit listrik sudah dipergunakan di negara-negara Skandinavia. Gambut dieskploitasi dengan metode HAKU, atau mengikis lapisan secara bertahap sampai kedalaman tertentu dan mengeringkan gambut secara alami dan menanami kembali dengan jenis vegetasi asli sebagai usaha untuk melestarikan kembali daerah eksploitasi paska produksi.

Agung Sedayu