Topik
Presiden Yudhoyono pun Menangis
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menitikkan air mata di hadapan ribuan peserta peringatan Hari Perdamaian Dunia di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (23/9).
Ia menangis lantaran dana kehormatan bagi ratusan ribu veteran belum juga dicairkan pemerintah. "Saya yakin para pejuang tidak menuntut jasa atas perjuangan yang mereka lakukan tanpa pamrih," kata Presiden Yudhoyono sambil berkaca-kaca.
Sejenak Presiden Yudhoyono terdiam sesaat sambil menahan air matanya. "Namun jadi kewajiban kita untuk memperhatikan beliau semua," kata dia melanjutkan.
Sebelumnya, Legiun Veteran Republik Indonesia meminta agar pemerintah segera mencairkan dana untuk kesejahteraan para mantan pejuang perang ini. "Kami mengetuk hati pemerintah agar dana kehormatan veteran dapat dinikmati oleh para veteran untuk kesejahteraan," ucap Ketua Umum DPP Legiun Veteran RI Rais Abin.
Saat berpidato Presiden segera menanggapi permintaan Rais Abin. Ia menginstruksikan kebijakan dana kehormatan segera direalisasikan. Ia meminta menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat, menteri terkait, gubernur, bupati dan walikota untuk memberikan bantuan kepada veteran.
"Berikan penghormatan dan perhatian yang baik kepada para sesepuh dan veteran yang telah berjuang demi tegaknya negeri kita," ujar Presiden Yudhoyono yang dalam acara itu mengenakan seragam legiun veteran berwarna coklat terang lengkap dengan baret kuning.
Pada acara tersebut Presiden RI juga didampingi oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah.
Pada April 2008, Presiden Yudhoyono telah menetapkan agar setiap veteran mendapat dana kehormatan karena telah dinilai berjasa bagi negara. Tiap veteran perang berhak mendapat Rp 250 ribu-Rp 400 ribu per bulan di luar dana tunjangan veteran. Seharusnya dana itu sudah dapat dicairkan.
Ninin Damayanti





