Jumlah Pedagang Pasar Naik 20 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua hari menjelang lebaran, jumlah pedagang pasar tradisional naik 20 persen dari hari biasanya. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia Ngadiran, kenaikan ini terjadi karena adanya pasar tumpah. "Ini pasar dadakan yang terjadinya musiman dan pedagangnya berjualan hingga keluar pasar," kata dia kepada Tempo, Ahad (28/9).

Penjual yang jumlahnya bertambah diantaranya pedagang sayur, daging ayam, daging sapi, dan ketupat. Naiknya jumlah pedagang ini, Ngadiran melanjutkan, didorong peningkatan jumlah pengunjung pasar antara 15-20 persen per hari. Untuk pasar kecil, seperti pasar Cipete, Pondok Labu, dan Ciputat, jumlah pengunjung naik dari 500 menjadi 700 orang. Sedangkan pada pasar besar, seperti Pasar Kebayoran Lama, Mayestik, Mampang, dan Pasar Minggu, jumlah pengunjung lebih dari 1.000 pengunjung dari angka 800 orang.

Dari segi permintaan, kenaikan tiap komoditi berbeda-beda. Untuk daging ayam dan sapi meningkat antara 15 hingga 20 persen, telur ayam naik 10 persen, dan permintaan beras meningkat 10 persen.

Menurut dia, kenaikan permintaan disebabkan kebutuhan masyarakat untuk membuat kue, persiapan setelah lebaran, dan merupakan bahan pokok yang siap saji atau mudah diolah. Sedangkan kenaikan permintaan beras karena masyarakat membutuhkannya untuk zakat fitrah. Meskipun pemintaan naik, kata dia, namun pergerakan harga dianggap masih stabil. CORNILA DESYANA