Aksi 'Door to Door' Warnai Kampanye Pertama Pemilihan Walikota Kediri  

TEMPO Interaktif, Kediri: Mengawali kampanye hari pertama pemilihan walikota Kediri, Selasa (7/10), delapan pasangan kandidat walikota dan walikota mulai melakukan berbagai aktivitas.

 

Selain memasang gambar baliho dan pamflet di sejumlah sudut kota, sejumlah kandidat juga mulai bergerilya mendekati masyarakat.

"Hari ini kami mempersilakan semua calon melakukan kampanye dalam berbagai bentuk. Bisa pengerahan masa atau kegiatan yang lain," kata Taufiq Alamin, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Selasa (7/10).

 

Bagi calon yang merasa kurang waktu kampanyenya, KPU persilakan mengatur sendiri asalkan tidak dalam bentuk pengerahan masa di ruang terbuka.

Pada kampanye terbuka perdana kandidat walikota Iwan Boedianto langsung memanfaatkannya untuk berkampanye perdana di Pasar Pahing Kota Kediri.

Iwan yang juga manajer tim kesebelasan Persik terlihat menemui dan menyalami para pedagang. Iwan yang dicalonkan PKB versi Muhaimin Iskandar itu berpasangan dengan Arifin Asror, Ketua DPC PKB versi Muhaimin Iskandar. "Saya mohon doa restu ibu-ibu," kata kandidat bernomor urut 8 itu sambil menyalami para pedagang.

Sementara pasangan kandidat nomor urut 1 pasangan Syamsul Asyhar-Abdullah Abu Bakar yang diusung PAN, PPP, PDS melakukan kampanye 'door to door' di wilayah barat Sungai Brantas, mulai di Kelurahan Bandar Kidul, Bandar Lor, Lirboyo hingga ke Tamanan.

 

Saat memasuki Perumahan Wilis Indah, Syamsul membagi-bagikan stiker dengan dikawal empat mobil dan satu mobil pengusung sound system. "Saya datang ke rumah-rumah masyarakat selain untuk berkampanye juga sekalian bersilaturahmi mumpung masih lebaran," kata Syamsul yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kediri.

Hal serupa juga dilakukan pasangan bernomor urut 2, M Makhrus-R Noegroho yang berangkat dari unsur independen. "Jika kami terpilih kami akan menggenjot sektor ekonomi rakyat," kata R Noegroho yang juga Kepala Dinas Pasar Kota Kediri.

Pada Senin (6/10) malam, semua kandidat telah membacakan visi dan misi di hadapan anggota legislator DPRD Kota Kediri tanpa dialog. Selanjutnya, visi dan misi itu di dokumentasi di sekretariat DPRD.

 

"Meskipun hanya retorika, namun visi dan misi para kandidat tetap kami jadikan dokumen resmi negara. kelak jika terpilih kami pertanyakan realisasinya," kata Bambang Hariyanto, Ketua DPRD Kota Kediri.

Pilwali Kediri diikuti sekitar 200 ribu jiwa yang berdomisili di tiga kecamatan di Kota kediri, yaitu Kecamatan Kota, Mojoroto, dan Pesantren. Para kandidat sudah mengantongi nomor urut masing-masing.

 

Nomor urut 1 pasangan Syamsul Asyhar-Abdullah Abu Bakar (PAN, PPP, PDS). Nomor 2 M Makhrus-R Noegroho (independen). Nomor 3 Martanti Sunardewi-Ahmad Salis (Partai Demokrat, PKS dan parpol non parlemen). Nomor 4 Heru Marwanto-Tamam Musthofa (Golkar). Nomor 5 Syaiful Muslimin-Farid Makruf (independen). Nomor 6 Kasmuji-Khoirul Anam (independen). Nomor 7 Rinto Harno-M Zaini (PDIP) dan Nomor 8 Iwan Budianto-Arifin Asror (PKB versi Muhaimin Iskandar).

Dwidjo U. Maksum