Penyaluran Kredit Mulai Seret
TEMPO Interaktif, Jakarta : Penyaluran kredit perbankan saat ini mulai menunjukkan perlambatan seiring langkah Bank Indonesia menerapkan kebijakan pengetatan likuiditas. Pertumbuhan kredit September 2008 hanya 1,1 persen, lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata 2,4 persen.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom mengatakan penurunan kredit terbesar terjadi di sektor konsumsi. "Sedangkan pertumbuhan kredit modal kerja dan investasi masih besar, bisa membantu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6,2 persen," kata dia hari ini.
Menyambung Miranda, Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad mengatakan penurunan tersebut merupakan bagian dari rencana perbankan. Sehingga pertumbuhan kredit masih akan berjalan seiring perbankan menata kembali likuiditasnya masing-masing.
Namun, lanjut dia, dana pihak ketiga mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih besar dibanding pertumbuhan kredit. Sementara jumlah kredit seret gross sampai Agustus 2008 sebesar 3,95 persen, turun dari sebelumnya 4,04 persen. Adapun kredit seret net sebesar 1,4 persen, dan rasio kecukupan modal (CAR) masih di kisaran 16,2 persen.
"Fundamental perbankan masih kuat," ujarnya.
EKO NOPIANSYAH





