Topik
Empat Orang Tewas Di Pantai Selama Libur Lebaran
TEMPO Interaktif, Serang:Sebanyak empat orang meninggal dunia saat berlibur di pantai selama musim Lebaran tahun ini di Banten. Menurut Direktur Polisi Perairan (Polair) Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi Alek Fauzi Rasyad, jumlah kecelakaan laut yang dialami wisatawan pantai disepanjang perairan Banten pada tahun ini menurun dibanding tahun 2007 yang mencapai lima orang.
"Menurunnya tingkat kecelakaan, karena semakin tinggi tingkat kesadaran warga untuk mentaati peraturan atau petunjuk yang ada di garis pantai," kata Alek, usai menghadiri HUT TNI k-63 di Alun-alun Serang (9/10).
Alek menambahkan, kecelakaan laut yang dialami wisatawan tersebut terjadi di Pantai Anyer dan Carita dan secara umum menimpa anak-anak remaja. Penyebabnya, kata dia adalah mereka selalu memaksa bermain atau berenang diwilayah yang dilarang dan sudah diberi tanda peringatan sebelumnya.
Kejadian terakhir, tutur Alek, menimpa dua pelajar bernama Ari (11) dan Jefri (15), pada Minggu (5/10) tewas tenggelam di sekitar obyek wisata Karang Kitri, Pantai Anyer, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Keduanya adalah warga Kompleks Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang tewas di pantai itu karena diduga tidak bisa berenang dan terseret arus hingga ke tengah laut.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jendral Polisi Rumiah, menyatakan, Jumlah kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini di Banten juga menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan catatan Kepolisian Daerah Banten, hingga saat ini jumlah korban yang tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada arus mudik tahun ini sebanyak enam orang. Sedangkan pada arus mudik dan balik lebaran tahun 2007 lalu, korban tewas akibat kecelakaan lalu-lintas diwilayah Banten mencapai 32 orang," Alhamdulillah jumlahnya sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pada musim Mudik kemarin, Polda Banten menyiagakan 3.500 personil polisi untuk mengamankan jalur mudik diwilayah tersebut. 1.000 personil diantaranya dikerahkan di Pelabuhan Merak karena dianggap paling rawan tindak kejahatan.
Mabsuti Ibnu Marhas





