Topik
Kalibata Residence Kurangi Tingkat Bangunan
TEMPO Interaktif, Jakarta :Menanggapi keberatan pengelola Bandar Udara Halim Perdanakusuma, PT Pradani Sukses Abadi selaku pengelola Apartemen Kalibata Residence mengurangi tingkat bangunan, dari 25 menjadi 20 lantai.
"Kami tidak bisa menolak," ujar staf penjualan, Reinaldo, kepada Tempo di lokasi, Jalan Taman Makam Pahlawan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10).
Menurutnya, selama ini pengurusan izin ke Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tidak menemui masalah. "Tapi awal bulan ini pihak Halim minta tingginya dikurangi," kata Reinaldo.
Akibatnya, lima menara yang hampir seluruhnya sudah laku terjual itu harus dikurangi ketinggiannya. Meski belum dibangun, hal ini merugikan konsumen. Mereka diminta pindah ke menara yang dibangun tahap dua yang selisih harganya Rp 22 juta.
"Walaupun pengelola kasih diskon 50 persen, pembeli tetap rugi, karena waktu jadinya selisih satu tahun," kata Mohammad RM, pemilik salah satu apartemen di Tower Akasia lantai 23.
Menurut Mohamad, seharusnya, dia bisa menempati unit baru apartemen itu pada akhir 2010. Ternyata, dia harus berpindah ke tower yang pembangunannya selesai pada 2011.
Dia menghitung kerugian dari selisih waktu jadi dikali pengeluaran biaya kontrakannya tidak kurang dari Rp 12 juta per tahun. "Tidak pakai biaya tambahan saja saya sudah rugi," kata Mohamad.
Pihak pengelola memang memberi opsi pindah ke unit lain di lima tower yang dibangun awal. Namun, karena sudah terjual lebih dari 5000 unit, ketersediaan tower kosong sangat minim. "Saat ini cuma ada dua, itu pun letaknya tidak bagus," kata Mohammad.
Saat Tempo menyambangi Rumah Susun Menara Cawang di Jalan SMA 14, Cililitan, Jakarta Timur, Ahad (12/10), pembangunan masih berlangsung. Pembangunan di gedung yang hanya berjarak 1,6 kilometer dari ujung barat landasan Halim Perdanakusumah itu sudah mencapai lantai 16.
Petugas di lapangan menolak diwawancarai. Sementara, saat Tempo menghubungi kantor pemasaran di Jalan Ampera Raya nomor 62, Jakarta Selatan, kantor sedang tutup. "Kembali besok saja," ujar seorang petugas keamanan.
Reza Maulana