Melatih Mapala Melestarikan Hutan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Salah satu metode pelestarian alam yang baik adalah melalui teknik observasi dan konservasi. Hal itulah yang menjadi dasar pelatihan eksplorasi dan konservasi hutan bagi mapala tingkat nasional IV yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat.

Pelatihan itu diadakan selama lima hari, 21-24 Oktober 2008. Selain menerima ceramah ilmiah, para mahasiswa juga diajak melatih kemampuan mengeksplorasi dan melakukan konservasi pada bidang ilmu pengetahuan alam serta ilmu pengetahuan sosial di kebun raya dan sekitarnya. Mereka diajarkan cara melakukan metode jelajah lapangan, inventarisasi masalah, dan wawancara dengan masyarakat setempat.

"Kegiatan ini bersifat transfer dan aplikasi ilmu pengetahuan," kata Neni Sintawardani, ketua pelaksana kegiatan, ketika membuka acara itu kemarin. "Kami berharap para mahasiswa akan lebih mengenal, bahkan ikut melakukan penelitian lewat kegiatan observasi dan konservasi."

Wahyu Kurniawan, peserta pelatihan dari Mapala Juanda, Universitas Juanda, Bogor, menyatakan kegiatan itu sangat positif karena berisi transfer ilmu pengetahuan lewat ceramah yang diberikan oleh para instruktur yang terdiri atas para ilmuwan. "Ini penting karena mapala tidak sekadar menikmati alam, tapi juga harus menjaga dan melestarikan alam," ujarnya.

Kegiatan itu diikuti oleh 47 peserta dari 15 provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Para peserta yang terdiri dari 33 pria dan 14 perempuan itu berasal dari 28 universitas negeri dan swasta.

TJANDRA DEWI