Ekspor Mobil Bakal Terpangkas 20 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ekspor mobil Indonesia tahun depan terancam turun sekitar 15- 20 persen sebagai dampak krisis keuangan global. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Freddy Sutrisno, mengatakan  negara tujuan ekspor  terganggu karena krisis. “Tahun depan turun,” kata Freddy,  Kamis (23/10).

Freddy menjelaskan, tahun ini target ekspor mobil sebesar 100 ribu unit,  telah tercapai angka 77 ribu unit. Jenis mobil yang diekspor antara lain, Daihatsu, Suzuki dan Toyota. Mobil tersebut diekspor ke Jepang, Afrika, Timur Tengah, Banglades, dan Sudan. Namun, akibat krisis keuangan global, Freddy menduga ekspor mobil tahun ini juga tak bakal menembus angka 100 ribu unit. “Agak turun sedikit, mungkin sekitar 90 ribu unit,” katanya.

Menurut Freddy, angka ekspor mobil bisa dipertahankan pada angka 90 ribu unit, apabila Indonesia berhasil melobi ekspansi ekspor ke Timur Tengah. “Kalau Timur Tengah bisa menyerap, angka ekspor tahun depan bisa sama dengan tahun ini,” ujarnya.

Freddy melanjutkan, pengalihan ekspor mobil ke Australia tak menjanjikan harapan. Alasannya, Australia termasuk negara yang tidak bisa secara tiba-tiba menerima penambahan ekspor.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu, Amelia Tjandra mengakui bahwa eskspor mobil tahun ini ke negara Jepang turun, dari 1.500 unit menjadi 1.000 unit. Kapasitas produksi mobil Daihatsu di Indonesia sebesar 230 ribu unit, sebesar 20 persennya untuk ekspor.

Direktur Jenderal Industri Otomotif dan Telematika, Departemen Perindustrian, Budi Darmadi menambahkan,  tengah membidik Mesir sebagai negara tujuan ekspor mobil. Pangsa pasar di Mesir cukup baik karena konsumen di sana kebanyakan membeli mobil bekas, sehingga mobil baru bisa masuk. “Cukup potensial,” ujarnya.

Nieke Indrietta